Peristiwa

Partai Masyumi Gelar Syukuran dan Deklarasi di Rumah M. Natsir

1
×

Partai Masyumi Gelar Syukuran dan Deklarasi di Rumah M. Natsir

Sebarkan artikel ini

Iwosumbar.com, Padang – Setelah keluarnya SK Partai MASYUMI dari Kemenkumham RI sebagai partai politik yang sah untuk ikut pemilu 2024, segenap pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sumatera Barat langsung mengdeklarasikan partai dilangsungkan di rumah tempat kelahiran buya M. Natsir Dt Sinaro Panjang di Alahan Panjang Kabupaten Solok.

Ketua DPW MASYUMI Sumbar, Budiman Dt. Bandaro Rajo menyerukan kepada semua umat Islam di Sumbar untuk kembali merapat, bergabung ke dalam Partai Masyumi, demi melanjutkan cita-cita ber-NKRI mewujudkan Indonesia yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur.

Dimulai dari titik kumpul Masjid UMMI di depan SMA 1 Lembah Gumanti, yang terletak di tepi danau kembar, peserta yang hadir dari pengurus inti DPD Masyumi se Sumbar.
Perwakilan rombongan berinisiatif dan minta izin kepada pengurus masjid untuk mengadakan kultum sebelum shalat Zuhur.

Dalam kultumnya, Dr. Firdaus menyampaikan Q.S. at Taubah ayat 100, firman Allah tentang as sabiqunal awwalun minal muhajir wal anshar walladina taba’uhum bi ihsan. Ketiga golongan ini (pionir, pelopor dalam menjadi muhajirin, menjadi anshar, dan pengikut setia yang berlaku ihsan) diharapkan menjadi motivasi bagi setiap mukmin sepanjang sejarah dimana pun berkiprah.

“Muhajirin, anshar, dan pengikut setia yang berlaku ihsan adalah ajaran Islam yang relevan sepanjang zaman dalam gerakan perjuangan menegakkan syiar Islam. Sebagai peringatan, tidak semua pengikut berlaku setia dan ihsan. Selalu ada orang yang bergabung sebagai pengikut dalam setiap gerakan Islam, namun sebagai penyusup untuk memecah kesatuan. Penyusup inilah yang selalu memainkan peran merusak gerakan Islam di seluruh dunia, termasuk di partai-partai Islam, ” sebutnya.

Setelah shalat zuhur berjamaah dan qashar bagi yang musafir, rombongan melanjutkan perjalanan menuju tempat rumah lahirnya buya M. Natsir.

Tiba di rumah kelahiran tokoh pejuang tersebut rombongan disambut penuh haru dan kehangatan oleh bu Tuti dan anggota keluarga ahli waris lainnya yang memelihara rumah kelahiran buya M. Natsir Dt. Sinaro Panjang.

Cerita pun mengalir dari bu Tuti tentang kelahiran buya M. Natsir di rumah itu, yang orang tuanya sesungguhnya berasal dari Maninjau Kabupaten Agam. Ia juga mendukung penuh dengan bangkitnya partai Masyumi.

“Banyak hikmah kehidupan sebagai tokoh pejuang NKRI yang bisa diwarisi oleh pengurus MASYUMI dari sosok buya M. Natsir”, tutur bu Tuti.

Semua yang hadir juga sangat menyadari betapa pentingnya kehadiran kembali Masyumi saat ini untuk menyelamatkan NKRI di pentas politik yang sangat kuat berada di dalam genggaman oligarki.

Dalam keterangan Ketua DPW MASYUMI Minggu (7/8/) mengatakan, Setelah membubarkan diri di bawah ancaman dibubarkan oleh rejim NASAKOM Soekarno, akhirnya keluarga besar bisa bertemu kembali dalam gerakan Masyumi Reborn, Masyumi Memanggil.

Moment keluarnya SK Menkumham ini perlu disyukuri karena ini menghapus anggapan selama ini bahwa Partai Masyumi adalah Partai yang dibubarkan karena kalau dibubarkan berarti Partai tersebut adalah partai terlarang seperti Partai PKI dan tidak bisa hidup kembali di NKRI.

Partai Masyumi adalah merupakan musuh berbuat dari Partai PKI.

“Pengakuan ini juga penting mengukuhkan kembali bahwa Partai Masyumi adalah pejuang untuk NKRI bukan pemberontak seperti yg digambarkan gemborkan musuh Masyumi dan pemutaran balikan sejarah selama ini”, ujarnya.

Setelah gelaran deklarasi yang penuh sesak di rumah kelahiran Buya M. Natsir, rombongan pun berpamitan kembali ke daerahnya masing-masing. (rel)