Kamis, Mei 19

Batagak Panghulu Suku Koto Nan Baranam, Wagub: Sinergi Bangun Nagari

IWOSUMBAR.COM, PDG PANJANG – Masyarakat Kelurahan Sigando Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang, khusus suku Koto Nan Baranam menggelar Batagak Panghulu Datuak Bagindo Sati, Jumat (13/5/2022).

Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy Datuak Rajo Pasisia Alam mengucapkan selamat kepada Irjen. Pol. Drs. Angesta Romano Yoyol, M.M. yang diamanahkan menjadi pemangku adat dengan gelar Datuak Bagindo Sati semoga dapat menjalankan amanah dengan baik.

“Kami ucapkan selamat, kepada Bapak Irjen Pol. Drs. Angesta Romano Yoyol, M.M beserta keluarga besar semoga mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan mampu menjaga sumpah sebagai Datuak Bagindo Sati ,” ucap Audy Datuak Rajo Pasisia Alam.

Pada kesempatan itu, Wagub Audy minta gelar Datuak bisa dimaknai secara mendalam bagaimana peran penting seseorang yang diberi gelar Datuak.

Sebagaimana diketahui Datuak merupakan gelar adat tertinggi di Minangkabau. Seseorang ketika sudah diangkat menjadi datuak oleh suku atau kaumnya ditempatkan pada posisi yang terhormat dan mempunyai tanggung jawab yang cukup besar terhadap anak kemenakan dan kaumnya.

Sebagai pemimpin adat, seorang Datuak wajib hukumnya mengetahui dan mengerti serta memahami nilai-nilai adat.

“Jikok patuih tadanga manembak, Karambie mati sampai ka urek, Jikok mamutuih indak mamihak
Jikok manimbang samo barek
Daun paku dimakan kambiang
Daun kapunduang juo dimakan
Anak dipangku kamanakan dibimbiang, Urang kampuang dipateng”

Untuk itu Wagub Audy juga mengajak Niniak Mamak, Cadiak Pandai, Alim Ulama, Bundo Kanduang, Paga Nagari dan semua pihak untuk semakin bersinergi membangun daerah. Menurutnya sinergitas tungku tigo sajarangan ditambah bundo kanduang dan generasi muda merupakan kunci dalam menggali potensi di nagari.

“Mari kita saling bersinergi dan bekerjasama dalam membangun daerah kita. Saya yakin setiap Nagari memiliki potensi masing-masing yang bisa dikembangkan ke depan,” kata Wagub .

Persatuan dan kesatuan para Panghulu, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan generasi mudanya maka semakin cepat pula Nagari tersebut berkembang menggali setiap potensi yang ada.

Jangan jadikan perbedaan peran sebagai sumber kelemahan, karena dalam falsafah minangkabau segala sesuatu diputuskan dengan musyawarah dan mufakat untuk mencapai tujuan kita bersama.

Seperti kata pepatah: “Pincanglah biduak rang Tiku, badayuang sambia manungkuik, Basilang kayu dalam tungku, baitu api mangkonyo iduik. Bulek aia dek pambuluah. Bulek kato dek mufakat. Bulek samo digolongkan. Pipih samo dilayangkan”.

Menurutnya, Datuak mempunyai tanggung jawab yang besar. Datuak wajibh hukumnya mengetahui dan mengerti serta memahami nilai-nilai adat. Layaknya ulama yang juga harus paham akan nilai-nilai agama.

“Maka dari itu, momentum malewakan panghulu pada hari ini kita maknai secara mendalam bagaimana peran penting seorang panghulu yang diberi gelar Datuak sebagai pemimpin adat tertinggi di Minangkabau,” terangnya.

Sebagai penutup Wagub Sumbar berharap pemangku adat dapat menjadi teladan dan pelindung bagi kaumnya di tengah tantangan era globalisasi yang mengancam akhlak anak kemenakan.

Hadir dalam Batagak Gala Datuak tersebut, Walikota Padang Panjang, Wakil Walikota Padang Panjang, Wabup Solok, Forkopimda Padang Panjang, Ketua LKAAM Padang Panjang dan Niniak Mamak, Candiak Pandai, Alim Ulama serta undangan lainnya. (Nov).

Tinggalkan Balasan