Minggu, Maret 26

Dana KUR Dialokasikan untuk Masyarakat Nagari Tertinggal

Iwosumbar.com, Padang- Dalam upaya mengentaskan Nagari tertinggal. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendorong perbankan untuk meningkatan akses pembiayaan bagi masyarakat di pelosok.

Diketahui, berdasarkan data Indek Desa Membangun (IDM) 2022, ada sebanyak 28 desa dan nagari tertinggal di Sumatera Barat yang menjadi sasaran bersama untuk diangkat statusnya dari posisi tertinggal menjadi maju.

Yaitu salah satu solusinya adalah melalui peran aktif perbankan untuk permodalan usaha.

“Kita mendorong peran aktif dari bank pemerintah dan swasta melalui fasilitas dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit lainnya, untuk diperbantukan khusus kepada masyarakat di nagari tertinggal,”

Demikian kata Gubernur Mahyeldi dalam rapat singkronisasi alokasi CSR Perbankan se Sumbar di Ruang Rapat Istana Gubernuran, (19/1).

Kata gubernur, keterlibatan perbankan di nagari tertinggal, akan memberi dampak positif bagi ekonomi warga didaerah, bisa menekan dominasi praktik rentenir serta dapat mempercepat pengentasan nagari/desa dari status tertinggal menjadi maju.

“Inilah yang menjadi harapan dari salah satu program unggulan Pemprov Sumbar tahun 2021-2026, “ujarnya.

“Saya kira perbankan pasti sudah punya konsep dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat, namun tidak ada salahnya jika 6 % dari total dana kredit tersebut dialokasikan khusus untuk nagari tertinggal,” sebut Gubernur.

Sementara, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, Yusri menyampaikan terkait akses terhadap perbankan, saat ini sudah banyak tersedia layanan mobile di berbagai desa dan nagari di Sumbar.

Namun bagaimanapun untuk akses pembiayaan memang mesti dilakukan di kantor induk, karena harus melewati berbagai tahapan-tahapan administrasi.

“Saat ini kita terus berupaya untuk memberikan pelayanan prima, salah satu contohnya melalui layanan perbankan mobile, untuk pembiayaan bisa kita akses melalui kantor induk terdekat,” ujarnya. (mc/er)