Minggu, Januari 16

Dosen UNP Pemateri di Bimtek UPTD LDPI Disdikbud Padang

Iwosumbar.com, Padang -Unit Penunjang Teknis Daerah (UPTD) Layanan Disabilitas dan Pelayanan Inklusif (LDPI) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang gelar Bimbingan Teknis selama 4 hari, dari 20 hingga 23 Oktober 2021 bertempat di The ZHM Premiere Hotel.

Bimtek dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Padang, Danti Arvan. A, dihadiri oleh Kepala UPTD LDPI Disdikbud Padang, Yoszya Silawati serta Kabag. T.U. Gamaharta Dini.

Dalam sambutannya, Danti Arvan mengatakan, kegiatan bimtek diharapkan memengaruhi peningkatan kualitas dan kinerja pada fungsional dan struktural selingkungan UPTD LDPI dalam pelayanan program kerja pelayanan.

Peserta kegiatan ilmiah-aplikatif ini adalah sebanyak 25 orang dengan mengundang dari tim UPTD LDPI Disdikbud Padang dan 5 orang guru pembimbing khusus dari penyelenggara sekolah inklusif.

Sementara 6 narasumber diundang sebagai pemateri, di antaranya Mohammad Isa Gautama, S.Pd., M.Si yang merupakan dosen Komunikasi di jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang, di samping pakar ilmu rehab medis, psikolog, praktisi di bidang layanan disabilitas.

Materi yang dipaparkan dalam workshop ini antara lain adalah mengenai Play Terapi Pada Asesmen, Komunikasi Antarmanusia dan Komunikasi Organisasi, Tumbuh Kembang dan Dampak Keterlambatan Atas Tumbuh Kembang pada Anak, Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas dan Terapi Dasar Anak dan Remaja.

Dalam paparannya, Mohammad Isa Gautama, yang tampil pada hari kedua, Kamis, 20 Oktober 2021, mengatakan, aktivitas Komunikasi merupakan aktivitas tak terelakkan dan merupakan kesemestian (a must doing activity) yang menjadi bagian dari aktivitas utama manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Dalam interaksi sosial, sering terjadi miskomunikasi dan distorsi komunikasi yang berawal dari perencaan dan strategi komunikasi yang tidak efektif dan efisien.

Isa menekankan pentingnya persepsi sebagai faktor awal penentu terbangunnya saling pengertian dalam proses komunikasi.

“Persepsi merupakan modal, karena dari persepsi terbentuk kesan. Kesan akan memuluskan strategi komunikasi yang pas, relevan dan kontekstual sesuai dengan setting sosial,” beber Isa.

Sesi diskusi Komunikasi Antarmanusia dan Komunikasi Organisasi berjalan dengan hangat, ada 6 penanya yang mengajukan pertanyaan dalam sesi dialog yang tersedia dalam slot waktu yang cukup. Salah satu penanya, Novi, mengajukan kiat agar menjadi komunikator yang komunikatif.

Narasumber dalam hal ini merekomendasikan ketepatan dalam berbahasa, menyusaikan nada dan emosi dengan situasi dan kondisi, serta fokus kepada tercapainya feed-back sebagai umpan balik demi mendapatkan kesepahaman makna dalam berkomunikasi. (MIG/Hum

)