Kamis, Februari 9

Gunung Marapi Resmi Miliki Nama Jalur Proklamator

Iwosumbar.com, Padang -Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mereaktivasi Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi. Kawasan Hutan Konservasi itu kini resmi memiliki jalur pendakian dengan nama baru, yaitu “Jalur Proklamator”.

Penamaan Jalur Proklamator dipilih untuk menghormati Sang Proklamator Bung Hatta. Dimana Pada masa-masa genting kemerdekaan, beliau pernah mendirikan pesanggrahan persembunyian di lereng Gunung tersebut. Tepatnya di Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam.

Wagub Sumbar, Audy hadir saat peresmian TWA Gunung Marapi, mengatakan nama tersebut mengingatkan kita semua bahwasannya Muhammad Hatta atau Bung Hatta berasal dari Agam.

Menurut Wagub, reaktivasi TWA Gunung Marapi dengan nama jalur pendakian proklamator ini, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung karena unsur sejarah yang dimiliki.

Namun edukasi terhadap pendaki katanya, juga penting. Dalam mengelolaan objek wisata. Kepada Pokdarwis setempat diingatkan, karena kunci kemajuan pariwisata tergantung SDM.

Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono, mengatakan reaktivasi TWA ini dapat dilakukan berkat dukungan dan kesepakatan bersama ninik mamak dari lima nagari yang terlibat, yaitu Batu Palano, Koto Baru, Aia Angek, Pariangan dan Koto Rantang.

Demikian pula dengan upaya edukasi wisata pendakian, dilakukan dengan melibatkan kelima nagari tersebut dalam Forum Jasa Wisata TWA Marapi Singgalang Tandikek yang dideklarasikan 28 September 2022 lalu.

“Kita semua dan anak-anak muda ingin mengembangkan Taman Wisata Alam Marapi Singgalang Tandikek ini,” ujarnya.

Salah satu upaya yang dilakukan Forum Jasa Wisata TWA Marapi Singgalang Tandikek misalnya membuat SOP pendakian. Setelah peluncuran Jalur Proklamator, pendaki tidak diperbolehkan mendaki di malam hari, menetapkan kuota pendaki, serta membatasi izin pendakian yang diberikan selama dua hari saja. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan pendaki.

Ke depan ia menuturkan BKSDA berencana akan membangun gedung information center, spot glamping, hingga kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Agam untuk memugar pesanggrahan Bung Hatta yang terdapat di lereng gunung.

Hal tersebut disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Agam. Bupati Agam Dr H Andri Warman, juga mengapresiasi reaktivasi TWA Gunung Marapi, yang sudah lama tidak aktif dalam kegiatan pendakian itu.

Menurutnya, ini akan membuka peluang dalam mengembangkan wisata minat khusus di Sumbar, khususnya Kabupaten Agam.”Tentu SDM-nya harus profesional, dengan tetap menjaga kebersihan, keasrian dan kelestarian alam,” katanya. (MC)