Wednesday, August 4

Jas Merah, Pungutan Pajak Tinggi, Warga Kamang Angkat Senjata

IWOSUMBAR.COM, AGAM – Memperingati Perang Kamang ke-113 dilangsungkan di Aula Kantor Camat Kamang Magek, Selasa (15/6/2921). Gubernur Mahyeldi bertindak sebagai Inspektur Upacara.

JAS MERAH “Jangan pernah melupakan sejarah, jadikan sebagai titik balik sejauh mana kita memakai nilai-nilai semangat pejuang Kamang” Sebut Gubernur dalam upacara tersebut.

Dalam peringatan Perang Kamang tersebut, Gubernur mengajak masyarakat untuk dijadikan motivasi dan bersatu dalam menjalin kebersamaan di antara ke tiga nagari yaitu, Kecamatan Kamang Magek, Nagari Kamang Mudiak dan Kamang Hilia.

Dikesempatan itu, Ia menceritakan bahwa terjadinya terjadi Perang Kamang pada pertengahan tahun 1908. Rakyat Kamang berontak terhadap kekuasaan Belanda. Laki-laki dan perempuan turut bertempur dan bersenjatakan parang, rencong, dan sabit.

Apa penyebab meletusnya Perang Kamang pada 15 Juni 1908? Rakyat Kamang sudah gerah dengan pungutan pajak (belasting) yang menyengsarakan mereka.

“Hal itulah yang membuat masyarakat Kamang sekitar untuk memberontak”, terang Mahyeldi.

Untuk itu, melalui peristiwa Perang Kamang Gubernur mengajak untuk berdayakan potensi nagari untuk kemajuan Kamang Magek berbasis ekonomi, mandiri, berakhlak Islami, sebagai wujud Agam Madani,” pintanya.

Diketahui, Sejarah Perang Kamang sangat penting perannya untuk, walaupun hanya sebentar tapi pengaruhnya sangat besar untuk memotivasi para pemuda di Sumbar.

Perang Kamang sesungguhnya merupakan perlawanan rakyat Sumatera Barat, sebagai bentuk penentangan terhadap penerapan pajak kepada masyarakat oleh pemerintah kolonial Belanda yang merupakan suatu peristiwa heroik dan patriotik, yang telah dicatat dengan tinta emas dalam lembaran sejarah Republik Indonesia.

Para tokoh pejuang Perang Kamang sesungguhnya adalah pahlawan nasional. Perang Kamang sejatinya adalah suatu perjuangan yang tumbuh dan dijiwai oleh semangat dan cita-cita yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Republik.

“Kita jangan lupa bahwa Negara ini berdiri diatas darah dan jiwa para syuhada, para pejuang dan pahlawan, diantaranya adalah pejuang Perang Kamang yang gugur sebagai patriot bangsa,” kata Mahyeldi. (rel-adpim).