Minggu, Oktober 2

Kapolda Sumbar Perintahkan Jajaran Berantas Segala Jenis Perjudian

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Ngeri,. Komitmen Kepolisian Sumatera Barat akan memberantas segala jenis bentuk perjudian, baik konvensional maupun online atau berjenis digital.

Bahkan kepolisian Sumbar tidak akan memakai istilah Restorative Justice bagi pelaku perjudian, jika tertangkap oleh aparat segera diproses hingga sampai ke pengadilan.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan dalam pertemuan bersama puluhan awak media dalam acara Kemitraan Bidang Humas Polda Sumbar dengan Awak Media. Senin (15/8/2022) di Mapolda.

Dwi Sulistyawan mengatakan, Kapolda Sumbar telah memberikan atensi serius atas tindakan maraknya perjudian yang semakin meresahkan masyarakat.

“Komitmen Kapolda telah ditetapkan dan diteruskan kepada Kapolres, sampai Kapolsek sejajaran di wilayah hukum Sumatera Barat untuk memberantas segala bentuk perjudian,” kata Kombes Dwi Sulistyawan.

Kabid Humas juga menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya telah meringkus dan mengamankan lebih kurang sebanyak 230 orang tersangka perjudian dengan 124 laporan dari masyarakat sejak tanggal 1 hingga 15 Agustus 2022 .

“Dari 121 penangkapan, Kebanyakan berpraktik judi online dengan total jumlah tersangka sebanyak 226 orang, ” ungkap Kabid Humas Polda Sumbar.

Kepada awak media, Dwi Sulistyawan menghimbau dan mengajak masyarakat untuk bisa menjadi polisi bagi diri sendiri, baik bagi kelurga dan di lingkungan tempat tinggal.

Untuk itu, kata Kapolda Sumbar yang diteruskan oleh Kabid Humas Dwi Sulistyawan, menyatakan perang terhadap segala bentuk praktik perjudian.

“Alasan pernyataan perang judi, pertama dilarang oleh agama, kedua, selain membuat resah masyarakat orang dibuat kecanduan berharap untung untungan, belum sejarah orang kaya karna judi, ketiga, masyarakat dibuai halusinasi dengan pengharapan,” ujarnya.

Dan selanjutnya sebagian besar yang dirugikan Judi, kata Dwi Sulistyawan, adalah masyarakat itu sendiri terutama pada Warga stratifikasi terbawah. “Sehingga manakala kehabisan uang untuk berjudi sangat potensial melakukan tindakan kriminalitas,” ujarnya.

Konstelasi tersebut tentunya tidak dapat diabaikan oleh aparat penegak hukum maupun seluruh stakeholder. Apalagi di Sumatera Barat memiliki falsafah “Adat Bersandi Syara, dan Syara Bersandi Kitabullah,”.

Sementara tersangka perjudian dikenakan pasal 303 ancaman hukuman pidana paling lama 6 Tahun 2021 tahun penjara, atau denda Rp 15.000.000 juta.

Juga bisa dikenakan pasal 45 ayat 2 jo Pasal 27 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, ancaman hukumnya penjara 6 Tahun atau pidana paling banyak Rp. 1.000.000.000. (**)