Friday, September 17

Kebutuhan &Trend IKA Unand Serta Stakeholders Yang Dinamis

IWOSUMBAR.COM, JAKARTA – SOCIO -ECO -PRENEURSHIP ORGANIZATION, WITH PERFORMANCE EXCELLENT

Oleh: Suharman Noerman (Ketua Umum, DPP Ika Faterna, Sustainability & CSR
Expert)

IWOSUMBAR.COM, JAKARTA – Siapa stakeholders IKA Unand ?, menurut AA1000 SES (Stakeholder Engagement Standard), stakeholder adalah kelompok yang dapat mempengaruhi dan atau terpengaruh oleh aktivitas, produk atau layanan,
serta kinerja suatu organisasi.

Klasifikasi jenis stakeholder secara umum dikelompokkan berdasarkan kekuatan, posisi, dan pengaruhnya. Menurut ISO 26000 SR, pengertian stakeholder adalah individu atau kelompok yang
memiliki kepentingan terhadap keputusan serta aktivitas organisasi.

Lebih lanjut untuk memudahkan pengelolaan stakeholder dalam pelayan dan penataannya dibagi menjadi 2 (dua) yaitu internal dan eksternal stakeholder.

Perlu kita bertanya…, nilai-nilai organisasi, gaya kepemimpinan, karakter
organisasi, orientasi program dan roadmap program seperti apa yang akan ditelorkan oleh Kongres IKA Unand pada tanggal 7 Agustus 2021 mendatang?,

selanjutnya Isu-isu dan rekomendasi program dan kebijakan strategis apa yang
menjadi agenda penting 5 tahun kedepan?.

Isu-isu menjadi terasa hangat dan menggeliat sebab itu berkaitan dengan karakter Nakhoda (Ketua Umum) seperti apa yang pas untuk dipilih oleh sekitar 40 stakeholder internal kunci (shareholders..??) sebagai pemilik suara syah sesuai AD ART yang berlaku saat ini.

PENGUATAN dan ADOPSI NILAI INKLUSIF:

Nilai ini menjadi kebutuhan setiap anggota komunitas intelektual alumni IKA Unand dimanapun.

Nilai ini suatu resep penting sebagai sikap etik dalam
menjalankan kehidupan alumni dalam roda organisasi, yang diibaratkan sebuah rumah besar (gadang) yang riuh dan penuh dinamika. Inclusiveness adalah values individu setiap insan alumni.

Inklusif merupakan sikap yang larut dalam ke-egaliter-an, kebersamaan, bahu membahu dalam keunikan setiap individu yang harus dihargai dan dijunjung tinggi, jauh dari sikap angkuh dan egois yang serta selalu jujur serta serasi antara kata dan perbuatan dalam
pengabdian.

Inklusifitas akan menjadi cermin diri IKA Unand dalam merespon dinamika nilai dan karakter stakeholder yang berubah dari waktu kewaktu.

Penguatan dan adopsi nilai transformatif merupakan karakater organisasi yang adaptabel dan responsif atas perubahanperubahan tatanan kehidupan stakeholders IKA Unand baik keluar maupun
kedalam.

Inklusifitas dan transformatif adalah dua nilai yang saling melengkapi, suatu refleksi sikap diri yang berubah menjadi karakter dan sikap komunal dalam kehidupan berorganisasi yang tangguh dan lentur atas perubahan
perubahan yang ada.

Trasnformatif dalam karakter adaptabel adalah kemampuan menangkap sinyal – sinyal perubahan setiap waktu yang dapat disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan organisasi yang ada.

Transformatif adalah kemampuan gerak dinamis dalam merespon kebutuhan
internal dan eksternal organisasi namun tetap bisa bergerak cepat menuju
pencapaian visi dan misi bersama yang telah ditetapkan didalam kerangka 3 pilar pengabdian almamater, alumni dan masyarakat.

Penguatan dan adopsi nilai inovatif, Merupakan nilai penyempurna kepada karakter manajemen solutif yang
memiliki terobosan atas isu-isu yang datang silih berganti berupa piranti (tools) yang tepat guna dan dapat menyelesaikan persoalan kebekuan dan kelesuan baik sosial dan ekonomi yang menimpa organisasi, dan stakeholders organisasi masa kini dan mendatang.

Trending issue
Socio-eco-preneurship Organization ,
“a non political”

Ika Unand (tantangan dalam perubahan yang mendesak)
Tenggelam dalam situasi sosial yang berlebihan berujung pada rendahnya
kinerja dan partisipasi alumni, seperti mencari ketua ika yang memiliki prestise sosial yang tinggi (seseorang pada jabatan puncak) dan telah menjadi
kebanggaan almamater yang berujung pada rendah produktivitas organisasi
pada simpul-simpul perubahan yang sesungguhnya.

Insan almamater dan
alumni berharap dan berharap bahwa mendudukkan tokoh puncak (tokoh public) akan dapat membantu menggerak alumni ternyata kandas dalam

kesibukan “si tokoh” dalam kesibukannya secara pribadi yang memiliki keterbatasan dalam aturan yang ketat sebagai figure publik. Karakter ratusan ribu alumni yang menggantungkan asa pada seorang Ketua Umum sudah harus bergeser pada kekuatan kolegeal (team work) yang mengandung kekuataan
gagasan dan ide ide besar yang kontekstual pada kecenderungan stakeholders
(mainstreaming) organisasi secara luas yang dari waktu ke waktu berubah sangat cepat atau dinamis.

Bekerja dengan team work yang kuat, berpegang pada nilai- nilai tatakelola yang sangat baik (good governance), lincah, responsive, menjadi ciri yang relevan dimasa datang.

Organisasi yang mengedepankan capaian kinerja yang terukur sebagai mitra strategis kampus
besar (Unand) dalam inovasi-inovasi dan sinergi serta partnership win-win
pada berbagai sektor dan level pembangunan lokal, nasional dan bahkan pada
tatanan internasional.

Pergeseran dan perubahan dinamis karakter stakeholders sesuai tuntutan zaman dan keterpurukan (kelesuan) ekonomi akibat pandemic yang berkepanjangan memerlukan suatu kaji-ulang atas karakter kepemimpinan dan cara organisasi yang dapat merespon perubahan-perubahan dimaksud.

Organisasi dengan 140 ribuan anggota lebih jika tidak dalam arus perubahan utama (mainstream) pembangunan akan terlempar menjadi suatu organisasi yang tidak produktif, tidak dikenal, dan dilupakan stakeholdersnya sendiri,
sehingga tidak dapat mengangkat citra almamater serta kontributif pada
masyarakat sebagai domain pengabdiannya.

140 ribuan alumni dengan
keluarga menjadi sumber daya yang luar biasa jika para pengelola organisasi
mengerti makna nilai inclusive, transformative dan innovative yang melekat (dikandungnya).

Namun akan juga missleading (salah arah) jika kebesaran
jumlah anggota (alumni) diartikan sebagai potensi (suara) yang dapat
memberikan dukungan elektabilitas para politisi alumni itu sendiri, sehingga
bukan lagi rahasia dapat diduga jika organisasi Ika Unand akan hanya diseret
menjadi kendaraan politik atau alat tunggangan sesaat menuju pesta demokrasi yang lebih besar.

Global pandemic, perubahan iklim (climate change), kelesuan ekonomi, kemiskinan, ketahanan pangan, kesetaraan jender, kesenjangan sosial,
kerentanan alam (wilayah), berkurangnya kawasan hutan (deforestration), mitigasi risiko, menaiknya permukaan air laut, kualitas udara yang semakin
meburuk, sumber daya (energi daan mineral) yang semakin menciut, ketahanan pangan dan sumber pangan yang berkalanjutan, isu-isu kesehatan.

Seperti Ibu anak, stunting, gizi buruk dan sederatan isu-isu penting lain dalam 17 tujuan (goals) Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals- SDGs) akan menjadi bagian penting untuk direspon oleh komunitas intelektual seperti IKA
Unand dan almamater-nya.

New normal dalam adaptasi baru yang sudah dan
akan terus terjadi, akan menjadi bagian penting dalam dinamika perjalanan
organisasi kedepan, untuk itu kehadiran nakhoda organisasi harus mampu memaknai dengan upaya creative-innovative untuk melakukan kajian-kajian,
workshop dan study, research skala mikro dengan membentuk gugus tugas
(task force) yang kuat pada tatanan ika fakultas, ika dpw, ika dpd , ika dpc, dan
dewan / koordinator Angkatan, bahkan melibatkan alumni muda dan calon alumni pada berbagai lintas profesi yang akan saling menguatkan.

Ika Unand dalam konteks lokal di Sumbar / Kabupaten /Kota dapat menginisiasi proyek-proyek strategis secara swadaya (atau Kerjasama
multipihak termasuk LSM lokal) dalam 3 ranah (tiple bottom line) yakni sosial,
ekonomi dan lingkungan.

Dalam ranah sosial misalnya; tentu dalam aspek penguatan local wisdom anak nagari yang cadiak nan pandai dengan nilai religi yang tetap kuat, namun memiliki kapasitas skill yang memadai (memiliki daya
ungkit) pada perubahan ekonomi sosial dan lingkungan secara lokal berbasis
potensi sumberdaya alam, infrastruktur, modal sosial dan kelembagaan keuangan.

Pada pilar ekonomi misalnya; adalah pemampuan melihat potensi pasar yang terkait dengan sumber daya alam yang melimpah di sekitar kita,
potensi pariwisata dan exotisme wilayah lingkar Minangkabau dan pesisirnya,
seperti pantai, gunung, lembah dan danau yang belum terkelola secara optimal dan baik.

Potensi kemaritiman laut yang luar biasa disepanjang pesisir
barat pulau Sumatera (dari ujung selatan Pesisir selatan sampai ujung utara
Pasaman Barat) yang memerlukan kajian kemaritiman dan kelautan khusus di Unand.

Pada pilar Lingkungan hidup misalnya; aspek penurunan kualitas tanah, kualitas air danau, air sungai, perambahan (pembakaran) hutan lindung, pengelolaan sumberdaya alam (mineral) belum terpikirkan, tentunya menjadi sisi penting dalam memahami IKA Unand sebagai organisasi kuat
secara “social” sekaligus organisasi yang memiliki karakter economy (sociopreneurship), atau organisasi yang peduli lingkungan (eco) apa yang kita kenal sebagai organisasi hibrida (hybrid organization).

Terkandung dalam tiga karakter elegan yakni, peduli, sosial, ekonomi dan lingkungan atau socioecopreneurship
organization.

Center Transformasi dan Inovasi Dimaksudkan bahwa Organisasi memerlukan cara dan alat (tools) untuk
melakukan perubahan dalam merespon kebutuhan sesuai espektasi stakeholders secara skala prioritas, agar dapat memberi makna dan manfaat
maksimal dalam perubahan dimaksud.

a. Information center; pusat informasi (digital?), pusat data (metadata?), bentuk informasi apapun yang dapat dilihat dibaca dan dikelola untuk
digunakan secara cepat, data alumni, peluang kerja, peluang usaha, pasar dan kecenderungan menjadi kata kunci untuk sebuah orgnisasi
dapat mentransformasi dirinya.

b. Center of changes; pusat kajian kemasa depan sesuai trend pengetahuan dan budaya kerja yang berubah, kecenderungan logis yang
selalu melintas dalam fikiran positif dan analitis. Taskforce (satuan gugus kerja) yang efektif, kelompok thinktank , kelompok pakar, praktisi,
doktor dan guru besar dalam agenda kajian-kajian secara teratur,
terarah, fokus dan produktif.

c. Center of Innovation; pusat penilitian (research), labor untuk ilmu dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan new normal kedepan dan
kecenderungan global. Inovasi piranti (tools) yang dapat memberi nilai lebih, nilai tambah atau temuan baru bagi kemaslahatan dan kesejahteraan umat manusia dalam beberapa sektor dan bidang yang mendesak.

d. Center of Partnership; pusat kerjasama yang selalu menginisiasi kerjasama strategis lintas sektor bersama agen-agen pembangunan baik
secara local, regional, nasional ataupun internasional.

e. Crisis center : pusat studi tentang kerentanan, kebencanaan, wabah
(global pandemic), sosial, ekonomi atau lingkungan hidup, yang dapat direspon dengan kerangka program yang solutif, antisipatif, yang
memungkinkan dapat dilakukan mitigasi atas risiko yang mungkin ditimbulkan, tersosialisasi secara baik ke tangan stakeholders secar lebih awal agar dapat terantispasi.

Center (pusat kajian dan studi) dapat dikembangkan dalam lingkup yang lebih luas secara skala prioritas merujuk kebutuhan almamater, alumni dan masyarakat sebagai stakeholders kunci Ika Unand dimasa kini dan datang.

A Strength and visioner Leader dalam 3 nilai dasar diatas
Merespon perubahan yang sedang dan akan terus terjadi, maka Kongres 6 (enam) Ika Unand betul-betul harus arif dalam memilih Nakhoda-nya.

Acuan ideal adalah dikursus tiga nilai utama di atas; inklusif, transformatif dan inovatif agar organisasi dapat membawa alumni, almamater dan
stakeholders nya menjadi yang terdepan di kancah nasional dan internasional.

“Organisasi juga tetap berpegang teguh pada nilai dan akar”, tegas Suharman Noerman. Budaya yang kuat (local wisdom) sebagai jati diri orang awak di Minangkabau, tutupnya.

Selamat ber Kongres yang ke 6 Ika Unand semoga sukses, untuk Kejayaan Bangsa Aamiin. (***)