Minggu, Desember 4

Kuliah Umum UNP Bersama Kepala Staf Presiden

IWOSUMBAR.COM, PADANG — (UNP) Universitas Negeri Padang Melaksanakan Kuliah Umum dengan tema “Membangun Jiwa dan Semangat Bela Negara di Tantangan Global dan Disrupsi Teknologi” menghadirkan Kepala Staf Kepresidenan RI (KSP-RI) Jenderal TNI Moeldoko, dimoderatori oleh Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan, Dr. Suryanef, M.Si, pada Jumat (30/9) di Auditorium.

Mahasiswa yang hadir adalah mahasiswa baru dari tiga Fakultas, yakni Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Di pembukaan, Rektor Prof. Ganefri P.hD menyampaikan, kesempatan ini merupakan kehadiran yang kedua bapak Moeldoko, yang sebelumnya beliau pernah memberikan tausiah di masjid Al Azhar UNP.

Lanjut Rektor, di era teknologi yang berkembang begitu cepat membuat kita tidak ada batas dan sekat di antara kita, daerah, dan negara di dunia ini. Hal tersebut membuat kita bisa menerima informasi apa saja dan mendapatkan informasi dari mana saja. Terlepas kita tidak mengetahui apakah informasi itu benar atau tidak. Maka yang bisa menentukan benar atau tidak adalah diri kita sendiri. Kita lah yang mencerna, kita lah yang menganalisis informasi tersebut benar atau hoax.

“Oleh sebab itu, kita harus mempunyai kecerdasan intelektual untuk mengolah informasi. Karena informasi yang salah membuat kita menjadi terpecah belah. Apalagi Indonesia merupakan negara multikultural,” jelasnya.

Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, kuliah umumnya menjelaskan “Berdasarkan Human Capital kita, saya sangat tidak setuju Sumber Daya Manusia kita rendah , banyak anak-anak Indonesia yang berada di berbagai luar negara itu adalah anak-anak yang luar biasa. Jadi human capital kita sangat baik” tuturnya.

Moeldoko juga menjelaskan empat kapabilitas yang dibutuhkan setelah lulus dari dunia akademik yakni yang pertama kreativitas, inovasi, wirausaha dan kolaborasi.

Kuliah umum Moeldoko ditutup dengan memberikan pesan kepada mahasiswa yang hadir, Yaitu, “Anda bukan generasi pewaris, tapi generi penentu masa depan. Masa depan bukan berada di pundak kamu tapi berada di tangan kalian.” Tutupnya. (Hum)