Friday, September 17

Lanustika, Harimau Sumatra Jalani Medical Check up di PR-HSD

Ket poto by Google

IWOSUMBAR.COM, Dharmasraya – Harimau Sumatra Betina berusia Tiga tahun bernama Lanustika, menjalani tahap medical Check Up pertama sejak tiba di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya (PR-HSD) Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Jumat 10 September 2021 lalu.

Tahapan medical check up terhadap Lanustika, dilakukan di dalam kandang perawatan PR-HSD pada Senin 14 September 2021.

Proses medical check up terhadap Lanustika, berlangsung selama Dua jam. Ditemukan luka yang cukup parah pada bagian kaki depan kanan, membuat proses medical Check Up berlangsung cukup sulit.

Menurut Drh Daniel Hot Asih Sianipar, terindikasi ada investasi myiasis atau larva pada luka tersebut.

“Medical check up yang dilakukan kemarin, di fokuskan pada pemeriksaan menyeluruh. Mulai dari foto ID kiri dan kanan, pengukuran morfometrik dari keseluruh tubuh, penimbangan berat badan, pengambilan sample darah, urine, pemeriksaan USG, swab test dan perawatan beberapa luka yang terdapat di tubuh Lanustika, terutama pada bagian kaki depan sebelah kanan,” terang Drh Daniel Hot Asih Sianipar, Selasa 14 September 2021.

Daniel Sianipar menjelaskan, meski kondisi fisik Lanustika baik dan ideal, namun luka yang terdapat dibagian kaki Lanustika cukup parah. Butuh penanganan khusus. Selain ada pembedahan kecil, juga diberikan obat-obatan seperti cairan antibiotik hingga anti parasit.

“Kita berikan obatan yang dianggap perlu untuk merawat luka ini. Ada beberapa diantaranya antibiodik dan anti parasit. Karena, kita temukan investasi caplak dan myiasis. Jika tidak diatasi dengan cepat, maka larva itu akan menggerogoti daging,” ujarnya.

Lanjutnya, dugaan kuat luka pada bagian kaki Lanustika ini disebabkan lantaran Lanustika sebelumnya pernah terjebak di sling jerat pemburu. Karena reaksi Lanustika cukup agresif untuk melepaskan diri, maka menyebabkan luka itu terjadi.

Terkait apakah Lanustika ini merupakan individu yang menewaskan pekerja PT Uniseraya atau bukan, sampai saat ini masih belum bisa di simpulkan. PR-HSD saat ini masih fokus pada tahapan rehabilitasi menyeluruh.

Sebelumnya, Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) yang dikelola oleh Yayasan ARSARI Djojohadikusumo di Sumatera Barat, merawat seekor Harimau Sumatra yang berhasil diselamatkan dan di evakuasi dari Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. 

Si Raja Rimba penguasa hutan belantara itu, masuk ke dalam box trap atau kandang jebak pada Rabu 8 September 2021 sekira pukul 18.30 WIB.

Harimau Sumatra yang belakangan diketahui berjenis kelamin betina itu, terpaksa ditangkap petugas gabungan dari Balai Besar KSDA Riau, Polsek Siak, Polsek Sungai Apit dan PT. Triomas serta tim Yayasan ARSARI Djojohadikusumo lantaran muncul ke pemukiman warga, memangsa ternak bahkan menyerang seorang pekerja PT Uniseraya. (rel).

Leave a Reply