Minggu, Oktober 2

Majukan Ekonomi, Forum Sumbar Kreatif Kerjasama dengan Media

IWOSUMBAR.COM, PADANG – KKUMAT (KUMPUL KREATIF JUMAT) bertema “Peran Media Dalam Memajukan Ekonomi Kreatif Sumatera Barat” berlangsung lagi di Kupi Batigo, Jumat 15 September 2022.

Narasumber Kumpul Kreatif Jumat kali ini Selain Yulviadi Adek selaku ketua Ketua Forum Sumbar Kreatif mendatangkan Kabag Perekonomi Setda Provinsi Sumatera Barat, Dirut Padang Ekspres Nazir Fahmi, dan Mahatma selaku Ketua dari kelompok Komunitas Seni.

Ketua Sumbar Kreatif Forum Yulviadi Adek diawal mengatakan, saat ini potensi usaha kreatif dari para komunitas sudah mulai bangkit.

“Itu bisa terlihat dari tampaknya para komunal komunal yang telah berkalaborasi untuk saling bersinergi dalam membesarkan ekonomi kreatif” ujarnya .

Dikesempatan KKUMAT ini Yulviadi Adek sangat menyambut baik terjalinya kerjasama antara Sumbar Kreatif Forum dengan pihak media yaitu Padang Ekspres dalam memajukan bidang ekonomi kreatif.

Dirut Padang Ekspres, Nazir Fahmi mengatakan, media selalu eksis dalam menampilkan berita berita ekonomi kreatif dari segala bidang baik dari sisi produksi dan barang dari UMKM di Sumbar.

“mengapa kita selalu Komit, dan mendukung tentunya kita harapakan, mereka bisa berkembang, jika itu berkembang pasti semua bisa diuntungkan,” Katanya.

Nazir juga mengajak semua pihak untuk bersama sama guna mendukung ekonomi kreatif agar Sumatera bisa bangkit dan berkembang kembali ekonominya dengan baik.

“Padang Ekspres sangat senang sekali dengan kerjasama ini, silahkan isi produk kreatif di Padek maupun Padek.co, ujarnya.

Sementra Asrizal, Kabag perekonomian Sumbar juga sangat mendukung kegiatan Kalaborasi Forum Sumbar Kreatif bersama media Padang Ekspres.

Untuk program Pemprov dalam ekonomi kreatif kata Asrizal, saat ini melihat dulu apasaja ide dan inovasi untuk ekonomi kreatif yang berkembang.

Dikatakan, Ada 17 sektor yang akan dilihat dalam pengembangan kerjasama yang bergerak dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kita akan mendorong para pelaku usaha bagaimana cara memasarkan produk produk mereka melalui media elektronik,” ujarnya .

Tidak hanya produk UMKM saja katanya, tapi juga ada di bidang pariwisata dan kuliner. Tentunya kita lihat bagaimana inovasi inovasi yang dibuat bisa coneck ke media elektronik.

Sementra, Ketua Komunitas seni Nan Tumpah, Bung Mahatma dalam pandangannya untuk saat ini kerjasama antara pelaku kreatif dan Pemprov tampak masih belum terurai.

“Sampai saat ini saya masih belum melihat adanya kerja atau Kalaborasi yang telah dihasilkan oleh pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, tidak cukup hanya sekedar menjadi pelaku ekonomi kreatif saja, tapi tidak adanya kerjasama dan sambungan dengan kebijakan kebijakan yang telah ada.

“Saya melihat sudah ada yang memulai, seperti Festival digelar didaerah yang bisa menumbuhkan ekonomi kreatif, namun itu tidak ditopang dengan pengelolaan yang baik dari pemerintah,” katanya.

Terakhir Mahatma mengatakan dirinya hanya baru melihat baru sekitar 20 persen saja dari pelaku usaha ekonomi kreatif yang terakomodir dengan baik. (**)