Monday, October 25

Pemerintah Terima Bantuan 500 Ton Oksigen Dari Tanoto Foundation

IWOSUMBAR.COM, JAKARTA – Tanoto Foundation beri bantuan 500 ton oksigen kepada Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bagi perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit wilayah Jawa-Bali pada Jumat (9/7).

CEO Tanoto Foundation, J. Satrijo Tanudjojo menyebutkan proses produksi oksigen dibantu oleh mitra kerja perusahaan yakni Riau Pulp and Paper yang berlokasi di Tanjung Kerinci, Pelalawan, Riau. Oleh karenanya,

Pengiriman oksigen akan dilakukan secara bertahap via darat. Pada tahap awal, jumlah yang akan dikirim sebanyak 100 ton, sisanya akan menyusul dalam beberapa pekan kedepan.

Satrijo memastikan tangki pengangkut oksigen tersebut akan tiba di Jakarta pada Minggu, 11 Juli 2021, untuk selanjutnya bisa dimanfaatkan bagi perawatan pasien COVID-19 di RS.

“Ketersediaan oksigen di RS sangat penting, awal pekan ini kami mendapatkan mandat dari keluarga Tanoto Foundation untuk bergerak membantu memasok oksigen bekerjasama dengan mitra perusahaan kami Riau Pulp and Paper,” kata Satrijo.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan untuk saat ini oksigen merupakan barang esensial yang sangat dibutuhkan untuk perawatan pasien COVID-19.

Sebab, untuk saat ini mayoritas pasien mengalami masalah paru-paru akibat dari infeksi COVID-19, sehingga membutuhkan oksigen untuk membantu pernafasan pasien.

Namun, lonjakan kasus yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir turut berimplikasi pada tingginya kebutuhan oksigen.

Sementara, kapasitas oksigen yang ada saat ini masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis di Jawa-Bali.

Di laporkan bahwa kapasitas produksi oksigen di Jawa saat ini hanya 1.400 ton/hari, sementara yang dibutuhkan untuk Jawa-Bali sekitar 2.600 ton/hari. Dengan demikian, masih ada kekurangan sekitar 700 ton sehari.

“Bantuan supply oksigen dari Tanoto Foundation ini sangat bermanfaat bagi kita semua, 500 ton bukan sekedar angka tetapi 500 ton ini sangat penting untuk mengurangi kematian bagi pasien yang sedang sesak di rumah sakit, ruang isolasi maupun di rumah,” tutur Wamenkes. (**)