Selasa, Juli 23

Pemprov Sumbar Siapkan Pergub Tata Niaga Gambir

IWOSUMBAR.COM, PAYAKUMBUH -PEMERINTAH Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) tengah menyiapkan peraturan gubernur (Pergub) terkait tata niaga gambir.

“Pentingnya standarisasi kualitas dan harga untuk mendukung perdagangan gambir yang telah diubah menjadi produk spesifik.

Audy Joinaldy menyampaikan hal tersebut saat kunjungannya ke PT. Sumatra Resources International, juga mengindikasikan langkah-langkah untuk menyelesaikan aduan terkait pembelian daun gambir oleh perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA).

Audy Joinaldy menekankan bahwa peraturan yang sedang disusun harus mempertimbangkan pasar gambir yang terfokus pada India sebagai tujuan tunggal.

Dia juga menyatakan perlunya pemahaman yang lebih mendalam dengan melibatkan Dinas Pertanian dan Perdagangan serta mendapatkan masukan dari berbagai pihak termasuk industri gambir.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Barat, Novrial, menambahkan bahwa Pemprov Sumbar sedang berupaya mengakomodasi semua pihak terkait dengan tata niaga gambir.

Proses penyusunan Pergub tersebut melibatkan masukan dari petani, pengepul, eksportir gambir, dan sekarang juga dari industri gambir, guna mencapai regulasi yang komprehensif.

Industri gambir, seperti PT Sumatra Resources International, setuju dengan rekomendasi Pemprov Sumbar untuk memiliki kebun sendiri dan menerima standarisasi sebagai produk gambir Sumbar.

Upaya tersebut juga diarahkan untuk memangkas rantai tata niaga yang panjang, sehingga petani bisa langsung berinteraksi dengan industri.

“Standar kualitas dan harga yang jelas diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi petani, memungkinkan mereka mengetahui harga dan menjaga kualitas produknya”.

Dikatakan saat ini, PT Sumatra Resources International mampu menyerap 20 ton daun gambir per hari dari kebun rakyat di Kabupaten Limapuluh Kota dengan harga berkisar antara Rp55 ribu/kg hingga Rp90 ribu/kg, tergantung kualitas.

Salah satu petani, seperti Dedi, menyambut baik upaya pengaturan tata niaga gambir ini, mengharapkan agar standarisasi dapat membantu mereka mendapatkan harga yang lebih adil di pasaran. (**)