Kamis, Mei 19

Petani Minta Irigasi Anai Satu Segera Dibenahi

IWOSUMBAR.COM, Padang- Anggota DPRD Sumbar dari Partai Demokrat pada Daerah Pemilihan Sumbar 2 (Padang Pariaman – Pariaman) HM Nurnas isi Masa Reses III dengan menjemput aspirasi masyarakat petani di tiga kecamatan Batang Anai, Lubuk Alung dan VII Koto.

Selaras dengan kebijakan Partai Demokrat yaitu untuk membantu peningkatan kesejahteran petani sekaligus sinergi dengan visi Pemprov Sumbar yaitu 10 persen APBD untuk sektor pertanian.

“Terbukti di pokok-pokok pikiran saya 2021 ada Rp 4,8 miliar lebih untuk sektor pertanian terutama soal alat pertanian,” sebut Nurnas pada media Jumat (13/8/2021)

Pada reses masa sidang III 2021 ini, Nurnas berkesempatan menjemput aspirasi dari konstituen tentang apa saja yang bisa diperbuat pada sektor pertanian.

“Saat ini masyarakat butuh alat pertanian juga ada keluhan masyarakat dari di Pungguang Kasiak soal hama wereng dan Batang Anai disamping hama wereng juga masalah air, ” ujarnya.

Masyarakat tani yang ditemui mengakui kalau soal Pokir yang menjadi program OPD terkait yang telah disalurkan ditahun 2021 sangat bermanfaat sekali bagi mereka.

“Bantauan soal alat mekanisasi pertanian Pak Nurnas sudah total membantu kami, tapi kini masalah yang sudah lama adalah soal air,” ujar Ketua GP3A petani.

Pasalnya terkait irigasi Anai I, pada 2014 HM Nurnas sudah usulkan untuk perbaikan total irigasi Anai I tersebut.

‘Karena banyak pintu air pembagi tidak berfungsi baik rusak maupun hancur, Allhamdulillah 2015 melalui Balai Sungai sudah dikucurkan rehab Irigasi Anai I Rp 22M,” ujarnya .

Irigasi Anai I mengaliri air untuk Sawah hingga Taluak Mundam daerah Bandara BIM, Kasang, Sungai Buluh dan sekitarnya. Tapi kata HM Nurnas meski sudah dianggarkan Rp 22 M.

Ketua GP3A, Syofyan menyampaikan debit air sangat kecil karena di daerah hulunya disekitar Lubuk Alung terjadi pengalihan aliran air oleh penambak ikan di sana dengan batang kelapa dan pintu air ada pula yang dilas.

“Padahal fungsi air itu untuk aliran sawah, tapi karena dihampang air terbuang ke kolam dan tidak dibalikan ke aliran sekunder,” terang Nurnas.

Dikatakan ketentuan Balai Sungai dan PSDA harus nya mengambil tindakan untuk menjelaskan ke petambak ikan untuk tidak terganggu masyarakat petani sawah.

Masalahnya di hulu aliran irigasi Anai I yang berakibat kondisi kekinian air sampai ke hilir jauh berkurang sehingga mengakibatan sawah petani krisis air. (***)