Kamis, Mei 19

Polda Sumbar Ringkus Pelaku Jual Beli Solar Bersubsidi antar Kabupaten

Iwosumbar.com, Padang – Rocky (35) diduga seorang Pelaku dari Penyalahgunaan dan Niaga Bahan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dari pemerintah, akhirnya tak berdaya dibekuk tim Ditreskrimsus Polda Sumatera Barat di tengah perjalanan dari Padang ke Pesisir Selatan.

Terkait fenomena kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar Polisi Daerah Sumatra Barat terus melakukan pengawasan hingga penyelidikan, guna mencari dugaan adanya penyalahgunaan minyak bersubsidi.

Hal itu dilaksanakan sesuai dengan instruksi Kapolri kepada seluruh Polda dan jajaran untuk melakukan pengawasan terhadap Bahan Bakar Minyak yang bersubsidi

Rocky tercatat sebagai warga Pasar Laban Bungus Selatan Kecamatan Bungtekap Padang. Dibekuk anggota Ditreskrimsus saat ditengah perjalanan, tepatnya dijalan Raya Siguntur Kecamatan Xl Tarusan Pesisir Selatan (Pessel) ketika hendak menyuplai minyak bersubsidi di sebuah perusahaan yang berada di (Pessel) pada Sabtu malam (9 April 2022)

“Berdasarkan informasi masyarakat, adanya kegiatan pengangkutan atau niaga Bahan Bakar Jenis Bio Solar Bersubsidi hendak dibawa keluar wilayah Kota Padang, personil kita langsung melakukan penghentian terhadap mobil tangki industri berplat BM 9745 AG, ” terang Ditreskrimsus Polda Sumbar Kombes Adip Rojikan di Mapolda. Selasa (12/4/2022)

Untuk Modus operandi si pelaku, lanjut Kombes Adip Rojikan, mereka membeli Solar bersubsidi dengan menggunakan jerigen di SPBU Kota Padang selanjutnya dipindahkan ke sebuah mobil tangki minyak Solar industri untuk kembali diperdagangkan.

Terhadap tersangka berikut barang bukti, berupa satu unit mobil tangki berisikan Solar Bersubsidi 5000 LBM 9745 AG, Mobil minibus L 300, 15 buah diregen dengan ukuran muat 35 liter berisikan Biosolar bersubsidi, 1 buah baby tank, dan satu dimodifikasi serta 3 drum berisikan 1600 bbm biosolar, dan mesin pompa SAN-EI tipe se-403, saat ini dibawa, diamankan di Mapolda Sumbar guna proses hukum selanjutnya.

“Untuk tersangka dikenakan pasal 55 Undang-Undang nomor 22 tentang Migas, dengan ancaman penjara 6 Tahun dan denda 60 milyar rupiah.

Erwandi