Minggu, Juli 3

Polisi Bukittinggi Ungkap Kasus Narkoba Sebanyak 41,4 kg

Iwosumbar.com, Padang – Pencapaian luar biasa, pertama sekali dan terbanyak Kepolisian Sumatera Barat berhasil mengungkap kasus peredaran peredaran narkotika jenis sabu. Kepolisian Polres Bukittinggi berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 41,4 kilogram.

“Keberhasilan Polres Bukittinggi mengungkap kasus narkoba sebanyak itu, adalah merupakan yang terbesar di Sumatera Barat,”. Demikian disampaikan Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa P, SH. S.Ik. MH dalam keterangan pers di Mako Polres Bukittinggi, Sabtu (21/5) siang.

“Kali ini merupakan capaian yang terbesar sejak berdirinya mungkin Polres Bukittinggi juga termasuk Polda Sumatera Barat. Dan pengungkapan ini tidak luput juga dari peran jajaran Direktorat Narkotika Polda Sumatera Barat,” katanya pada media.

Irjen Pol Teddy mengatakan, dari barang bukti yang diamankan seberat 41,4 kg tersebut, pihaknya juga menangkap delapan orang tersangka yang masing-masingnya berperan sebagai pengguna dan pengedar, serta bandar besarnya.

“Pertama inisial AH alias Adi 24 tahun, kemudian DF alias Febri 20 tahun, yang ketiga adalah RT alias Baron 27 tahun. Yang keempat IS alias One 37 tahun, yang kelima AR alias Haris 34 tahun, yang keenam AB juga 29 tahun yang ketujuh MF 25 tahun dan yang kedelapan NF alias jalur 39 tahun,” ungkap Kapolda Sumbar.

Dikatakan, dari total 41,4 kilogram Sabu tersebut, apabila di setarakan dengan banyaknya uang bisa mencapai lebih kurang 62,1 miliar rupiah .

“Jika dikonsumsi oleh 10 orang apabila dikonsumsi oleh lebih dari 10 orang, tentunya kita bisa menyelamatkan lebih banyak dari 414.000 jiwa,” ujarnya.

Dijelaskan, dari 8 tersangka yang telah diamankan ada 2 yang di kategorikan atau diterapkan Pasal sebagai pengguna dan pengedar.

Sedangkan yang enam orang kita kenakan pasal Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yakni pasal 114 ayat 2 di mana sebagai pengedar dia mengedarkan lebih dari satu kilogram ancaman hukumannya yang pertama pidana mati kemudian penjara seumur hidup.

Irjen Pol Teddy mengatakan, untuk kasus narkotika masih menduduki posisi pertama yaitu sejumlah 1. 043 kasus.

“Ini menggambarkan bahwa Provinsi Sumatera Barat sangat potensial dan cukup mengkhawatirkan dalam hal penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Kapolda berharap dengan melihat angka penyalahgunaan narkotika yang begitu tinggi maka, ia mengajak segala unsur masyarakat untuk peduli dengan lingkungan sekitar. (**)