Kamis, Mei 19

Ratusan orang eks NII Kembali Cabut Bai’at Jilid III di 50 Kota

Iwosumbar.com, Padang – Setelah di Dharmasraya, dan Tanah Datar, kembali ratusan eks pengikut Negara Islam Indonesia (NII) melakukan pencabutan bai’at untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dilangsungkan Kamis (12/5) di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, Sarilamak Kabupaten Limapuluh Kota.

Pencabutan bai’at jilid III diikuti oleh 225 ex. NII yang berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Dharmasraya.

Jumlah warga yang mengikuti bai’at hari ini merupakan hasil penyelidikan dari Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Turut disaksikan Forkopimda Kapolres Limapuluh Kota, Kapolres Dharmasraya, Payakumbuh, Tanahdatar dan perwakilan Danrem 032 Wirabraja, Kabinda Sumbar.

Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaharo Rajo kepada Gubernur, Kapolda dan aparatur negara mengucapkan terima kasih yang telah melaksanakan pengamanan dan yang mengikuti kegiatan pencabutan Bai’at NII jilid III, tersebut.

“Semoga masyarakat yang di cabut Bai’at NII ini menjadi warga negara Indonesia yang patuh terhadap hukum NKRI,” ujar Safaruddin.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah juga menyebutkan, bahwa masyarakat Lima Puluh Kota ini banyak jasanya kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Maka dari itu, masyarakat Sumatera Barat ini jadi garda terdepan dalam menjaga dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Demikian juga dengan Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa turut mengapresiasi dimana dengan kesadaran tinggi warga ex NII kembali menyatakan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tenggang waktu yang saya berikan sampai 20 Mei, Alhamdulillah sebelum sampai 20 Mei seluruhnya telah cabut ba’iat,” ucap Kapolda.

Teddy menyebut, dari jumlah yang diketahui dari Mabes Polri sebelumnya sejumlah 1.125 orang. Kemudian dari pengembangan yang dilakukan menjadi sejumlah 1.157 orang. “Jadi ada penambahan anggota NII 32 orang,” katanya.

Kapolda Sumbar menerangkan, 16 orang pertama telah dilakukan penangkapan, dan ada 7 orang yang meninggal dunia. Meninggal dunianya bukan karena penegakan hukum, tetapi sudah takdirnya meninggal dunia.

Kepada seluruh mereka yang telah kembali kepada NKRI tersebut, nantinya akan dilakukan pembinaan dan pengawasan serta monitoring secara bersama-sama dengan stakeholder dan juga elemen bangsa.

Tinggalkan Balasan