Kamis, Mei 19

Senator Indonesia Ringankan Beban Korban Gempa Pasaman

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) turut berduka atas musibah gempa bumi 6,1 SR melanda Pasaman dan Pasaman Barat. Para Senator Indonesia itu Peduli kepada korban GEMPA.

“Kami atas nama Anggota DPD RI turut merasakan kesedihan para korban gempa, baik yang kehilangan keluarga, harta dan benda serta harus hidup di pengungsian, ”

Demikian ungkap Ketua BK DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH usai menyerahkan bantuan kepada Bupati Pasaman H. Benny Utama, SH, MM di Posko Kemanusiaan di Kantor Camat Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Kamis 10 Maret 2012.

Leonardy datang bersama dengan rekan DPD Dr. H. Alirman Sori, SH, M.Hum., MM, menjelaskan bantuan dana Task Force Rp30.000.000 itu bisa dipergunakan sebaik mungkin oleh pemerintah daerah untuk menambah pembangunan perumahan bagi korban gempa.

Menurut Leonardy, bantuan untuk perumahan ini sangat penting banyak warga rumahnya rusak dan tidak bisa dihuni lagi.

Dana Task Force adalah dana yang dikumpulkan secara kolektif anggota DPD RI dari 34 provinsi. Dana ini digunakan untuk bantuan terhadap bencana signifikan/berdampak luas yang terjadi di daerah-daerah seluruh Indonesia.

“Jadi bantuan tersebut merupakan Dana Task Force Anggota DPD RI. Dana yang berasal dari seluruh Anggota DPD RI, jadi bukan dana APBN. Iuran dengan besaran sesuai kesepakatan seluruh anggota,” terangnya.

Bantuan diterima oleh Bupati Pasaman H. Benny Utama, SH, MM. Bersamaan dengan itu, Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas PPRA 62 juga menunjukkan kepeduliannya. Lewat perwakilannya, Dr. Alirman Sori diserahkan pula bantuan uang tunai Rp35.000.000.

Penyerahan bantuan Senator Indonesia ini didampingi Kepala Kantor DPD RI Perwakilan Sumbar Erdia Nova, S.Sos., MM, dan Kasubag Kepegawaian, Tata Usaha dan Rumah Tangga Taufik Hamidi.
Di Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat yang disulap jadi Posko Utama, diserahkan pula bantuan gempa sebesar Rp50.000.000.

“Alhamdulillah, untuk korban gempa Pasaman Barat, kita serahkan bantuan diterima oleh Pak Bupati Hamsuardi, S.Ag. Dari Pak Bupati kita dapatkan gambaran bagaimana kondisi terkini akibat gempa 25 Februari lalu dan rencana ke depan terhadap para korban gempa,” ujar Leonardy yang puas melihat banyaknya instansi, lembaga dan komunitas yang terus memberikan bantuan korban gempa.

Leonardy berharap juga agar Pasaman Barat menggunakan bantuan tunai yang diberikan untuk membangun hunian bagi korban yang rumahnya rusak berat.

Baik Leonardy maupun Alirman menyebutkan pembangunan hunian sementara ini perlu segera dilakukan mengingat tak beberapa hari lagi akan memasuki Ramadhan.

Keduanya menghimbau, agar bersama-sama membantu korban gempa supaya dapat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya di hunian sementara atau hunian tetap.

Dari data lapangan per 9 Maret 2021, di Pasaman terdapat korban meninggal 14 jiwa, luka-luka 75 orang dengan rincian 6 orang luka berat dan 69 luka ringan. Korban mengungsi 6.892 orang yang terdiri dari 3.021 berada di 11 lokasi tenda pengungsian dan 3.871 orang di tenda-tenda masyarakat.

Adapun kondisi rumah warga, fasilitas umum dan sekolah yang rusak terdampak adalah 4 mesjid dan 8 mushalla. Rumah rusak berat 498 unit, rusak sedang 425 unit dan rusak ringan 893 unit. Sekolah rusak terdiri dari 7 unit PAUD/TK, 21 unit SD dan 4 unit SMP.

Lalu ada empat buah jembatan yang rusak berat yaitu jembatan Kalimanang di Jorong Bukit Lintang Nagari Malampah, jembatan Batang Tapa Gadang Jorong Kampung Tabek Nagari Malampah, jembatan Batang Aia Cangkuak di Jorong Kampung Tabek Nagari Malampah dan jembatan Durian Rampak di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Malampah.

Seemntara di Pasaman Barat ada 11 korban meninggal dunia, 45 orang luka berat dan 336 luka ringan. Korban mengungsi berjumlah 11.936 orang. Diantaranya 1.997 jiwa di depan rumah dinas bupati, di MAN Kajai 692 jiwa dan Kampung Tengah Kajai 830 jiwa. Sisanya tersebar di 15 pos lapangan lainnya.

Bangunan rusak di Kecamatan Luhak Nan Duo sebanyak 5 unit rumah dan 1 unit perkantoran. Di Kecamatan Kinali 111 unit rumah, 24 fasilitas Pendidikan, 1 fasilitas Kesehatan, 1 rumah ibadah, 9 infrastruktur dan 1 perkantoran. Kecamatan Di Gunung Tuleh 2 unit rumah, 1 fasilitas Kesehatan dan 1 perkantoran. Di Kecamatan Talamau 1.215 unit rumah, 26 fasilitas Pendidikan, 10 fasilitas Kesehatan,26 rumah ibadah, 15 infrastruktur dan 5 perkantoran. Di Kecamatan Pasaman 691 unit rumah 25 fasilitas Pendidikan, 6 fasilitas Kesehatan, 13 rumah ibadah, 2 infrastruktur dan 34 perkantoran.

Total sarana dan prasarana yang rusak 2.205 rumah, 75 fasilitas Pendidikan, 18 fasilitas Kesehatan, 40 rumah ibadah, 26 infrastruktur dan 42 fasilitas pemerintahan/perkantoran. Sarana dan prasarana yang rusak berat terdapat 892 unit rumah, 19 fasilitas Pendidikan, 6 fasilitas Kesehatan, 22 rumah ibadah, 16 infrastruktur dan 2 perkantoran. (*)