Friday, September 17

Sidang KIP, Pihak Termohon Anggab Bank Mandiri Bukan Badan Publik

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Hal menarik, terjadi dalam sidang Keterbukaan informasi Publik (KIP) antara pemohon Leon Agusta Indonesia (LAI) dan Termohon PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk Area Padang di Kantor Komisi Informasi Sumbar, Kamis, 9 September 2021 pukul 14.00 wib.

Begitu Ketua majelis membuka sidang, pihak termohon, mohon izin untuk membacakan jawaban atas surat pemohon.

“Mohon waktu untuk membacakan surat balasan,” ujar Business Support Manager, Eki Pramudya Adi Saptoro, yang didampingi GA Officer, Novi Hendra dan Service Quality Officer, Fitri Lusiastuti.

Menanggapi keinginan termohon, Ketua sidang, Nofal Wiska, SP, didampingi H. Arif Yumardi, ST dan Adrian Tuswandi, SH. justru melemparkan pertanyaan pada termohon.

Nofal Wiska sambil meneliti isi surat juga mempertanyakan asal surat tersebut. “Siapa yang membuat surat ini dan apakah surat ini sudah disampaikan pada pemohon, ” ujarnya

Menanggapi pertanyaan majelis sidang, pihak termohon menjelaskan surat itu dibuat oleh bagian hukum di Bank Mandiri area Padang.

Dia jelaskan, bahwa surat itu belum diberikan pada pemohon.

Sebelum pihak termohon membacakan, anggota Majelis sidang H. Arif Yumardi, ST merasa ada yang aneh dalam surat tersebut.

Menurutnya surat itu sangat kontradiksi. Di satu sisi, dalam surat ditulis Bank Mandiri bukan badan publik tapi badan usaha.

“PPID Bank Mandiri ada tapi mengklaim diri bukan badan publik,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, baik Pramudya Adi Saptoro, maupun Novi Hendra dan Fitri Lusiastuti hanya bisa terdiam. Termohon yang bertugas di bagian umum ini juga mengaku tidak paham dengan PPID.

“Bank Mandiri bukan badan publik, saya mengucapkan Astagfirullah. Bank Mandiri itu salah satu BUMN dengan mitra Komisi VI DPR RI, ” ujar Adrian Tuswandi.

Adrian menegaskan sidang ini tidak bisa dilanjutkan. Karena Termohon tidak memiliki kompetensi relatif.

Terkait CSR menjawab pertanyaan Majelis sidang, Termohon mengaku tidak tahu. Menurutnya CSR diputuskan pusat.

“Kita juga mengusulkan berdasarkan proposal yang masuk. Tapi, keputusan tetap di pusat, ” ujarnya.

Akhirnya, Ketua Sidang menawarkan pada termohon, apakah surat itu ditarik kembali atau dijadikan alat bukti. Namun, pihak termohon memilih untuk menarik kembali surat tersebut. 

“Sidang ini, bukan untuk mencari kalah menang. Tapi untuk mendapatkan win win solution, ” ujar Nofal. 

Sidang sangketa informasi publik terkait Corporate Social Responsibility (CSR) dengan Pemohon Leon Agusta Indonesia (LAI) dan termohon PT Bank Mandiri area Padang akan dilanjutkan dengan putusan sela.

“Sidang berikutnya, akan dilanjutkan dengan pembacaan putusan sela, ” ujar Ketua Sidang Nofal Wiska.

Sidang sangketa ajudikasi
Ketua sidang, Nofal Wiska, SP, didampingi H. Arif Yumardi, ST dan Adrian Tuswandi, SH. Sedangkan Panitera Pengganti, Tiwi Utami, SH dan Mediator Tanti Endang Lestari, S. IP, M. Si. (Relis FJKIP)

Leave a Reply