Kamis, Februari 9

Wagub Audy Hadiri Pembukaan Road to HAKORDIA 2022 di Medan

Iwosumbar.com, Padang -Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong proses aktualisasi komitmen dalam meminimalisasi tindak korupsi. Diantaranya dengan pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani, Pengendalian Gratifikasi, Pelaksanaan Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), Penyelenggaraan LHKPN, Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi dan penyelenggaran Monitoring Center for Prevention (MCP).

Begitu dipaparkan Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jasman Rizal, dan Sekretaris Inspektorat Betty Vetria, saat menghadiri kegiatan Road to Harkordia (Hari Anti Korupsi Sedunia) tahun 2022 di lapangan Astaka, Kota Medan, Selasa (29/11).

Menurut Audy, Pemerintah Provinsi Sumatera sangat mendukung atas terselenggaranya kegiatan Road to Harkordia yang digelar oleh KPK ini dan akan terus berkomitmen dalam pencegahan upaya tindak korupsi.

“Pemprov Sumbar telah melakukan berbagai program dan kegiatan pencegahan korupsi serta penegakan integritas, diantaranya Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani, Pengendalian Gratifikasi, Pelaksanaan Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), Penyelenggaraan LHKPN, Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi dan penyelenggaran Monitoring Center for Prevention (MCP),” sebutnya.

Disebut Audy, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meraih penghargaan dalam kategori MCP tertinggi ketiga dengan skor nilai MCP sebesar 84,93 persen tahun 2021.

“Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam kepatuhan pelaporan delapan area intervensi MCP yaitu perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, pengawasan APIP, manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah dan tata kelola keuangan desa,” sambung wagub.

Road to Harkordia di Kota Medan ini menurut Plh. Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah 1 KPK RI Edi Suryanto selaku panitia acara merupakan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkordia) tahun 2022. ROAD to Harkordia digelar di Lima Wilayah di Indonesia, puncak acara nantinya dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 9 Desember.

Hal yang mendasari KPK RI melaksanakan kegiatan Road to Harkordia, ungkap Suryanto diantaranya karena tindak pidana korupsi masih menjadi permasalahan pelik di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Dikatakan, Perilaku korupsi di Indonesia sangat terkait erat dengan dimensi penyuapan, pengadaan barang dan jasa, serta penyalahgunaan anggaran yang umumnya dilakukan oleh pihak swasta dan pegawai pemerintahan.

“Pencegahan korupsi sangat diperlukan. Pemberantasan korupsi tidak cukup dilakukan hanya dengan komitmen semata dan tidak bisa hanya dilakukan oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), melainkan seluruh lapisan masyarakat di dalamnya. Kenapa? Karena memberantas korupsi harus dilakukan untuk mewujudkan kepentingan bersama dan cita-cita kemerdekaan seluruh anak bangsa,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengucapkan terima kasih kepada KPK RI atas ditunjuknya Provinsi Sumatera Utara sebagai tuan rumah acara Road to Harkodia wilayah 1 dan berharap agar KPK sering hadir ke Sumut untuk mengingatkan kepala daerah agar tidak melakukan korupsi.

“Terima kasih KPK sudah menunjuk Sumatera Utara Sebagai Tuan Rumah penyelenggaran Road to Harkordia wilayah 1. Namun di satu pihak Saya berpikir dari enam provinsi, kenapa Sumut yang jadi tuan rumah? Saya bertanya kepada pak Edy Suryanto dan Saya mengkaji-kaji, Ternyata Sumatera Utara masih ranking dua. Kedua terbanyak korupsinya,” ujar Edy dalam sambutannya.

“Mungkin ini merupakan suatu sentakan untuk Kita dan insyaallah sama-sama kita bersikap positif untuk ini,” tambah mantan Pangkostrad tersebut.

Hakordia wilayah I di Kota Medan digelar pada tanggal 29-30 November 2022 di beberapa lokasi dengan rangkaian acara talkshow, pemutaran film antikorupsi untuk siswa SMA, dan kampanye antikorupsi. (MC)