Minggu, Juli 3

Warkop Diduga Berkedok Pijat Plus plus, Digrebek Satpol PP Padang

IWOSUMBAR.COM, PADANG– Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang melaksanakan razia tentang peraturan daerah No 11 tahun 2005 yaitu tentang ketertiban umum dan penyakit masyarakat ke kawasan lokasi lokasi yang diduga telah dijadikan tempat tempat mesum dan panti Pijit plus-plus. Selasa (31/5/2022).

Dalam pelaksanaan razia tim Satpol PP dikawasan kampung pondok di Jalan Niaga, Kecamatan Padang Selatan tim penegak perda langsung menggrebek sebuah warung kopi yang diduga tak berijin dan juga dijadikan tempat Pijit plus-plus.

Dalam razia tersebut, petugas tampak langsung mengangkut kasur batangan, dan tiga orang perempuan dan satu orang laki-laki untuk diamankan dan dibawa ke Mako Satpol PP Padang jalan Tanah Malaka.

Pemilik tempat pijit ini diduga melakukan kegiatan pelayanan asusila untuk proses lebih lanjut, akan dilakukan pemeriksaan oleh PPNS

Kepada media, Kepala Satpol PP Padang Mursalim mengatakan, Pihaknya melakukan razia atas laporan masyarakat yang telah resah akibat adanya panti pijit yang berkedok warung kopi tersebut.

“Setelah kita mendapatkan laporan warga dan hasil pemantau tim dilapangan, ternyata memang benar ada terdapat ruangan khusus di lantai dua diduga dijadikan tempat Pijit plus, ” ujar Mursalim.

Tiga orang perempuan tersebut kata Mursalim, diduga berprofesi sebagai pramujasa, sedangkan satu orang laki-laki sebagai pelanggannya, serta kasur batangan tersebut adalah alat untuk melakukan aktifitas pijit di tempat tersebut.

Selanjutnya, PPNS Satpol PP akan melakukan pemeriksaan, serta barang-barang yang dibawa tersebut dijadikan sebagai barang bukti dalam proses lebih lanjut.

Sementara untuk perempuan yang diduga pelaku pijat plus, Satpol PP segera akan memanggil orang tuanya untuk dikonfirmasi, dan jika memang dari hasil pemeriksaan ditemukan mereka sebagai pelayan Seks maka akan kita kirim ke Panti Rehabilitasi Andam Dewi,

Mursalim mengatakan kedepan pihaknya akan terus melakukan razia tentang trantibum, diantaranya, seperti tenda tenda ceper PKL yang ada di kawasan pantai Padang, karna jelas jelas aturan melarang adanya tenda di kawasan tersebut.

Mursalim juga mengatakan pihaknya juga akan melaksanakan pembersihan segala macam gangguan yang ada di jalan, diantaranya, badut badut dan para pak ogah yang ikut mengatur disetiap belokan jalan.