PASAMAN – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian seorang bocah bernama Haikal (3,5), yang diduga hanyut di sungai di Jorong 7 Saroha, Nagari Koto Tapan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Rabu (8/7/2026). Hingga hari keempat pencarian, korban masih belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang menerima informasi kejadian dari Kepala Pelaksana BPBD Pasaman, Mardianto, pada Minggu (5/7/2026) pukul 12.17 WIB. Lokasi kejadian berada sekitar 73,2 kilometer dari Pos SAR Pasaman atau sekitar 160 kilometer melalui jalur darat dengan estimasi waktu tempuh empat jam.
Berdasarkan laporan, peristiwa bermula pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu Haikal sedang bermain di luar rumah, tepatnya di area persawahan, ketika kedua orang tuanya sedang memasak dan mencuci piring.
Usai menyelesaikan pekerjaan rumah, orang tua korban menyadari Haikal sudah tidak berada di lokasi bermain. Pencarian langsung dilakukan di sekitar rumah, namun korban tidak ditemukan. Karena di dekat lokasi terdapat aliran sungai, korban diduga terjatuh dan hanyut terbawa arus.
Pemerintah nagari bersama warga telah melakukan pencarian sejak hari pertama, namun hingga kini belum membuahkan hasil sehingga operasi SAR melibatkan tim gabungan.
Pada Rabu (8/7/2026) pukul 07.30 WIB, Tim Rescue Pos SAR Pasaman kembali menyisir area pencarian sejauh kurang lebih tiga kilometer. Pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian, baik melalui jalur darat maupun aliran sungai.
Operasi SAR berlangsung hingga Sore pukul 18.00 WIB. Namun, hasil pencarian masih nihil dan korban belum berhasil ditemukan.
“Operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 18.00 WIB dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis (9/7/2026) pukul 07.30 WIB,” demikian keterangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang.
Dalam operasi tersebut, tim SAR mengerahkan berbagai peralatan, mountaineering, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Operasi pencarian juga melibatkan sembilan personel Pos SAR Pasaman, enam personel BPBD Pasaman, masing- masing satu personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta sekitar 40 orang dari unsur pemerintah nagari dan masyarakat.
Kondisi cuaca selama pencarian dilaporkan cerah berawan. Sementara itu, kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah tidak tersedianya jaringan sinyal komunikasi di lokasi pencarian.











