PASAMAN BARAT – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai merealisasikan pembangunan relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat. Peletakan batu pertama pembangunan sekolah tersebut dilakukan oleh Gubernur Mahyeldi, Rabu (11/3/2026).
Pembangunan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan kejuruan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sasak Ranah Pasisie.
Relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sumbar dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Program Revitalisasi SMK Tahun 2026.
Pembangunan sekolah tersebut tidak hanya sekadar memindahkan lokasi bangunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Sumatera Barat.
Kata gubernur, pendidikan kejuruan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Tantangan zaman saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang mumpuni,” ujar Mahyeldi.
Pemerintah menargetkan Angka Partisipasi Kasar (APK) SMK di Sumatera Barat dapat mencapai sekitar 30 persen, sehingga kesempatan pendidikan vokasi semakin terbuka bagi generasi muda di berbagai daerah.
Selain memperluas akses pendidikan, Pemprov Sumbar juga berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK melalui penguatan kemampuan literasi dan numerasi siswa serta peningkatan mutu pengajaran di sekolah.
“Target kita, tingkat penyerapan lulusan SMK dapat mencapai lebih dari 80 persen. Untuk itu diperlukan sinergi antara sekolah dan dunia industri,” katanya.
Kepala SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Desman mengatakan relokasi sekolah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas serta fasilitas pembelajaran bagi para siswa.
Dikatakan, selama ini minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie cukup tinggi, namun keterbatasan ruang belajar menjadi kendala utama.
“Kami berharap pembangunan sekolah ini dapat menambah daya tampung siswa sehingga lebih banyak anak-anak yang bisa mendapatkan pendidikan kejuruan,” ungkapnya.
Kegiatan peletakan batu pertama ini turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar, Ketua Komite SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, serta tokoh masyarakat seperti niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai di Nagari Sasak.





