PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, membahas usulan master plan pengembangan dan penataan kawasan Sungai Batang Arau bersama Focus Architects + Urban Planner. Rencana tersebut mencakup kawasan mulai dari Masjid Al-Hakim hingga Kota Tua Padang.
Dalam pertemuan tersebut, Focus Architects + Urban Planner mempresentasikan konsep pengembangan kawasan Batang Arau yang meliputi pembangunan infrastruktur, penambahan fasilitas publik, serta penataan kawasan pesisir dan kawasan bersejarah.
Salah satu usulan yang dibahas adalah pembangunan jembatan penghubung antara kawasan pinggir pantai dan Gunung Padang. Infrastruktur ini menjadi bagian dari konsep pengembangan kawasan yang mengintegrasikan sejumlah titik potensial di sekitar Batang Arau.
Selain itu, rencana tersebut mencakup pembangunan Pasar Nelayan, Maritim Center, dan Marina Center. Kehadiran fasilitas tersebut diusulkan untuk mendukung aktivitas maritim sekaligus mengembangkan potensi kawasan pesisir Kota Padang.
Pengembangan juga mencakup Batang Arau Night Market yang direncanakan menjadi salah satu daya tarik kawasan. Fasilitas lain yang diusulkan meliputi pembangunan jeti dan restoran makanan laut untuk melengkapi aktivitas wisata dan kuliner.
Penataan kawasan Kota Tua juga masuk dalam usulan master plan tersebut. Penataan ini menjadi bagian dari konsep pengembangan kawasan Batang Arau yang memadukan potensi wisata, aktivitas ekonomi, kawasan pesisir, dan bangunan bersejarah.
Pembahasan master plan ini menjadi bagian dari upaya merancang pengembangan kawasan Sungai Batang Arau secara terpadu. Namun, berbagai fasilitas tersebut masih berupa usulan yang dipresentasikan dan dibahas bersama, sehingga realisasi serta tahapan pembangunannya menunggu keputusan dan tindak lanjut pemerintah daerah.











