Nasional

Pemerintah Antisipasi Dampak, Harga BBM Subsidi Tetap Hingga 2026

×

Pemerintah Antisipasi Dampak, Harga BBM Subsidi Tetap Hingga 2026

Sebarkan artikel ini
(Ket Photo: Pemerintah Antisipasi Dampak, Harga BBM Subsidi Tetap Hingga 2026)

PADANG- Meskipun harga minyak dunia tengah melonjak akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sehingga harga minyak menembus US$110 per barel. Pemerintah Indonesia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.

Kebijakan ini ditegaskan sebagai langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam dampak gejolak energi global terhadap perekonomian nasional.

Per 8 April 2026, pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar tetap stabil tanpa adanya penyesuaian. Keputusan ini juga sekaligus membantah berbagai spekulasi yang sempat beredar di media sosial mengenai rencana kenaikan harga secara signifikan sejak awal April.

Sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi krisis energi, pemerintah memberlakukan pembatasan pembelian BBM subsidi. Masyarakat dibatasi maksimal membeli 50 liter Pertalite dan Solar per hari, kebijakan yang berlaku hingga Mei 2026 guna menjaga ketersediaan stok.

Baca Juga  87 Lolos Administrasi KI, Adrian: Banyak Pengabdian dan Usap Dada

Sejumlah pejabat pemerintah turut memberikan penegasan terkait kebijakan ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangan menyatakan bahwa harga BBM subsidi akan tetap ditahan dengan asumsi harga minyak mentah berada di kisaran rata-rata US$100 per barel. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa jika harga minyak dunia melonjak secara ekstrem hingga berpotensi mendorong defisit APBN melewati batas 3 persen, maka opsi penyesuaian harga bisa saja dipertimbangkan.

Sementara, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto adalah menjaga stabilitas harga energi demi melindungi masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga  Program Makan Bergizi Gratis di Padang Dimulai

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan bahwa ketahanan energi nasional masih dalam kondisi aman. Ia mengatakan stok minyak nasional saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 20 hingga 25 hari, dengan strategi pengalihan pasokan dari kawasan Timur Tengah ke wilayah lain guna menghindari potensi gangguan distribusi.

Terkait potensi kenaikan harga, pemerintah menegaskan belum ada penetapan angka atau persentase resmi. Isu yang sempat beredar mengenai kemungkinan harga BBM non-subsidi naik hingga Rp17.000–Rp18.000 per liter telah dibantah oleh pihak Istana.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan ketersediaan energi tetap terjamin di tengah dinamika global yang terus berkembang.