PADANG -Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Elfi Tasrif, M.T, tampil sebagai pembicara nasional dalam kuliah dosen tamu yang digelar secara daring oleh Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi FKIP Universitas Lampung, Selasa (28/4/2026).
Mengangkat tema “Tantangan Pedagogi dalam Pendidikan Vokasi Teknologi Informasi”, Prof. Elfi memaparkan berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya di bidang teknologi informasi.
Dalam pemaparannya, ia menyoroti adanya kondisi paradoks antara tingginya kebutuhan industri terhadap talenta digital dengan realitas lulusan yang belum sepenuhnya siap memasuki dunia kerja. Menurutnya, persoalan ini dipicu oleh sejumlah kesenjangan kompetensi yang masih belum teratasi.
Beberapa tantangan utama yang diungkapkan meliputi ketidaksesuaian keterampilan lulusan dengan kebutuhan industri (skill mismatch), perbedaan antara hasil penilaian akademik dan performa di dunia kerja, hingga jarak antara penguasaan teori dengan praktik lapangan.
Selain itu, ia juga menekankan adanya kesenjangan antara penguasaan perangkat teknologi dengan pemahaman konsep yang mendalam, serta belum optimalnya kesiapan profesional dan karakter kerja lulusan.
Lebih lanjut, Prof. Elfi mengacu pada pandangan internasional yang menekankan pentingnya sistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perubahan zaman. “Pendidikan vokasi harus mampu merespons perkembangan kebutuhan keterampilan serta mengintegrasikan inovasi digital dalam proses pembelajaran agar tetap relevan”, sebutnya.
Ia juga mengatakan pentingnya menghadirkan lingkungan belajar yang menyerupai dunia kerja nyata. Pendekatan ini dinilai krusial untuk meningkatkan efektivitas pendidikan vokasi, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan profesional secara langsung.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Negeri Padang dalam mendorong peran pendidikan tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui kontribusi akademik seperti ini, perguruan tinggi diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia industri.
Topik yang diangkat dalam kuliah tamu ini juga selaras dengan agenda pembangunan global, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, penciptaan lapangan kerja yang layak, serta penguatan inovasi dan infrastruktur.
Dengan demikian, penguatan pedagogi vokasi yang lebih responsif, kontekstual, dan adaptif diharapkan dapat menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing di era ekonomi digital.











