PADANG -Proses pengadaan tanah untuk pembangunan Flyover Panorama Sitinjau Lauik di Sumatera Barat menunjukkan kemajuan signifikan. Hal ini ditandai dengan penyerahan lahan bebas dari panitia pengadaan tanah kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar sebagai pelaksana proyek.
Serah terima di Auditorium Gubernuran, Jumat (13/3), yang juga dirangkai dengan penyerahan simbolis dokumen pendaftaran konsinyasi ke Pengadilan Negeri Padang sebagai bagian dari percepatan administrasi.
Gubernur Mahyeldi pada keterangan menyebut capaian ini sebagai langkah krusial dalam mendorong pembangunan infrastruktur strategis di daerah.
Kawasan Sitinjau Lauik selama ini menjadi jalur vital penghubung antarwilayah di Sumbar, namun dikenal rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang ekstrem, curam, dan berliku.
“Pembangunan flyover ini diharapkan mampu memperlancar arus transportasi sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pengadaan tanah telah dimulai sejak penetapan lokasi pada April 2024. Berbagai tahapan telah dilalui, mulai dari pembentukan panitia oleh ATR/BPN Sumbar, verifikasi lapangan, sosialisasi kepada masyarakat, hingga musyawarah penyelesaian hak atas tanah.
Seluruh proses tersebut dilakukan guna menjamin kepastian hukum serta memastikan masyarakat terdampak menerima ganti rugi secara adil dan layak.
Mahyeldi juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga unsur Kerapatan Adat Nagari dan tokoh masyarakat.
Sementara, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, mengungkapkan bahwa proses pembebasan lahan sempat mengalami penyesuaian jadwal. Namun berkat koordinasi lintas instansi, progres kini dapat dipercepat.
“Flyover Sitinjau Lauik ini akan menjadi legacy penting bagi masyarakat Sumatera Barat, terutama dalam menekan angka kecelakaan di jalur tersebut,” katanya.
Di sisi lain, Asisten Deputi Penyelenggara Tata Ruang dan Penataan Agraria Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Syahruddin, menilai pembangunan flyover memiliki peran strategis mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan harus direncanakan secara matang dengan memperhatikan aspek tata ruang serta mitigasi bencana.
Dengan capaian ini, pembangunan Flyover Sitinjau Lauik diharapkan segera memasuki tahap konstruksi dan menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan serta konektivitas transportasi di Sumatera Barat.











