PADANG- Suasana pelataran Gedung Rectorate and Research Center Universitas Negeri Padang (UNP) tampak semarak pada Jumat pagi (17/4/2025). Puluhan hingga ratusan peserta berkumpul mengikuti gerakan senam dalam program “UNP Bugar”, sebuah inisiatif kampus yang rutin digelar setiap pekan untuk mendorong gaya hidup sehat di kalangan sivitas akademika dan masyarakat.
Kegiatan tidak sekadar olahraga bersama, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi UNP dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Instruktur senam UNP, Irgo, menjelaskan bahwa program ini bertujuan membangun kebiasaan hidup aktif, bukan hanya mengejar aspek estetika seperti penurunan berat badan. Menurutnya, tubuh manusia membutuhkan aktivitas fisik secara konsisten agar tetap sehat dan bugar.
“Fokus utama kita adalah kesehatan menyeluruh. Tubuh harus dibiasakan bergerak setiap hari, dan senam pagi menjadi cara paling sederhana untuk itu,” ujarnya.
Konsep UNP Bugar, katanya dirancang inklusif dan terbuka untuk umum. Tidak hanya mahasiswa dan pegawai, masyarakat sekitar juga dapat ikut serta. Bahkan, sebagian besar peserta berasal dari kelompok usia di atas 40 tahun, menjadikan kegiatan ini sebagai ruang interaksi sosial yang positif antara kampus dan masyarakat.
Selain mendukung SDGs 3, kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, melalui penguatan kebersamaan dan aktivitas sehat berbasis komunitas.
Dalam pelaksanaannya, senam yang digunakan didominasi oleh Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) yang relatif aman untuk berbagai usia.
Instruktur menyesuaikan intensitas gerakan mulai dari low impact hingga high impact, tergantung kondisi peserta di lapangan.
“Kalau pesertanya beragam, kita gunakan gerakan medium impact. Tapi jika didominasi anak muda, intensitas bisa ditingkatkan. Jadi fleksibel,” ujarnya.
Setiap sesi berlangsung sekitar 55 menit, dimulai dari pemanasan, gerakan inti, selingan kreasi, hingga pendinginan. Pola ini penting untuk menjaga ritme tubuh agar tetap aman selama berolahraga.
Manfaat kegiatan ini pun dirasakan langsung oleh peserta, terutama dari sisi kesehatan. Irgo mengungkapkan, sejumlah peserta lanjut usia yang sebelumnya mengalami keluhan persendian kini mulai merasakan perbaikan setelah rutin mengikuti senam.
“Kuncinya konsistensi. Minimal dua sampai tiga kali dalam seminggu. Banyak peserta yang dulu sering mengeluh nyeri sendi, sekarang sudah jauh berkurang,” katanya.











