SOLOK — TNI bergerak membantu bencana galodo yang menerjang wilayah Arosuka dan sejumlah kawasan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Selasa (22/9/2026). Personel dan materiil dikerahkan untuk membantu evakuasi warga, penanganan korban terdampak hingga membuka kembali akses yang tertutup lumpur dan material kayu.
Penanganan bencana dilakukan Kodim 0309/Solok bersama unsur terkait dengan melibatkan personel dan dukungan materiil dari Kodim 0309/Solok, Batalyon YTP 951, serta YTP 897.
Komandan Kodim 0309/Solok Letkol Inf Sugeng Riyadi mengatakan, kondisi di sejumlah lokasi mulai berangsur membaik setelah debit air dan banjir lumpur perlahan surut. Namun, material kayu dan endapan lumpur masih menutup sejumlah fasilitas publik serta akses jalan utama.
Berdasarkan pendataan sementara tim gabungan, hingga saat ini belum ditemukan adanya korban jiwa akibat bencana tersebut. Sementara itu, warga yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan TNI bersama tenaga kesehatan dari dinas kesehatan setempat di posko darurat.
Untuk mengantisipasi risiko terhadap keselamatan warga, masyarakat yang rumahnya terdampak telah dievakuasi ke lokasi pengungsian yang disiapkan. “TNI juga mendirikan dapur umum dan posko kesehatan lapangan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari makanan, air bersih hingga pelayanan kesehatan”, sebut Sugeng Riyadi.
Dalam masa tanggap darurat, penanganan difokuskan pada tiga langkah utama. Pertama, memastikan keselamatan warga melalui proses evakuasi sekaligus melakukan pendataan terhadap masyarakat terdampak serta kerugian akibat bencana.
Kedua, mempercepat pembersihan material lumpur dan kayu yang menutup akses. Personel bersama unsur terkait mengerahkan dukungan peralatan untuk membuka jalur, termasuk akses Lintas Padang–Solok, sehingga mobilitas masyarakat serta distribusi bantuan dan logistik dapat kembali berjalan.
Ketiga, memastikan pelayanan terpadu bagi warga di pengungsian. Kebutuhan makanan, air bersih, layanan kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya terus dipenuhi selama masa tanggap darurat.
TNI juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan susulan yang dapat kembali meningkatkan debit air maupun memicu pergerakan material longsoran.





