BeritaNasional

Harga Emas Antam Stabil, Emas Dunia Mulai Bangkit Setelah Anjlok

×

Harga Emas Antam Stabil, Emas Dunia Mulai Bangkit Setelah Anjlok

Sebarkan artikel ini
(Ket Photo: Harga Emas Antam Stabil, Emas Dunia Mulai Bangkit Setelah Anjlok)

PADANG -Pergerakan harga emas, baik di dalam negeri maupun global, menunjukkan dinamika yang cukup beragam dalam beberapa hari terakhir. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat masih bertahan stabil, sementara harga buyback justru mengalami penurunan.

Berdasarkan pembaruan terbaru, harga emas Antam berada di level Rp 2.850.000 per gram, tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Namun, untuk harga buyback atau jual kembali, tercatat turun sebesar Rp 17.000, mencerminkan adanya tekanan pada pasar domestik.

Sementara itu, harga emas di Pegadaian juga menjadi perhatian. Untuk emas dengan ukuran 2 gram, saat ini dibanderol sekitar Rp 5.586.000. Di sisi lain, estimasi harga emas global dalam rupiah berada di kisaran Rp 2.399.015 per gram, mengalami penurunan harian sekitar Rp 76.678.

Baca Juga  UNP Perkuat Publikasi Ilmiah, 60 Asisten Riset Ikuti Penulisan Artikel Berbasis SLR

Di pasar internasional, harga emas dunia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat mengalami penurunan tajam. Saat ini, harga emas global berada di kisaran US$ 4.415 per troy ons. Sebelumnya, emas sempat anjlok hingga 2,7 persen dan menyentuh level terendah dalam dua hari terakhir, yakni di bawah US$ 4.400 per troy ons.

Tekanan terhadap harga emas global dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Dari sisi geopolitik, pasar merespons kemungkinan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu aksi jual oleh investor.

Selain itu, faktor inflasi dan pergerakan harga minyak juga turut memengaruhi. Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak sempat memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini membuat ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat menjadi melemah, sehingga investor cenderung mengurangi kepemilikan emas.

Baca Juga  KAI Sumbar Perkuat Literasi Kesehatan Pekerja Edukasi Bahaya Merokok

Tak hanya itu, penguatan dolar AS juga memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas. Seperti diketahui, emas cenderung bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, sehingga ketika mata uang tersebut menguat, harga emas biasanya mengalami penurunan.

Meski demikian, upaya pemulihan harga emas dunia saat ini menunjukkan bahwa logam mulia tersebut masih menjadi salah satu instrumen nilai yang diminati, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. (G)