PADANG – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada 16 Juni 2026 berlangsung khidmat di Masjid Ukhuwah, RW 08 Kampung Guci, Kelurahan Parupuk Tabing, Kota Padang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh ninik mamak, majelis taklim, serta masyarakat setempat yang memadati masjid untuk mengikuti rangkaian acara keagamaan.
Ketua Masjid Ukhuwah, Khairil Anwar, dalam sambutannya mengajak jamaah untuk memahami makna hijrah yang menjadi dasar penanggalan kalender Hijriah. Ia menjelaskan bahwa hijrah merujuk pada perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam.
“Makna hijrah tidak hanya sebatas perpindahan tempat, tetapi juga perubahan diri dari perilaku yang kurang baik menjadi lebih baik. Hijrah adalah upaya untuk terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu,” ujar Khairil Anwar.
Sementara itu, tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Muslim S.Ag., M.Ag. menekankan pentingnya hijrah dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memperbaiki hati, ucapan, dan perilaku.
Menurutnya, hijrah hati dapat diwujudkan dengan meninggalkan sifat- sifat tercela seperti kesombongan, iri hati, dan prasangka buruk terhadap sesama.
“Kita harus berusaha berpindah dari penyakit hati yang sombong menjadi rendah hati, dari buruk sangka menjadi baik sangka, serta menjauhkan diri dari rasa iri terhadap kelebihan orang lain,” tuturnya.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa ada bentuk iri yang bernilai positif, yakni ketika seseorang termotivasi untuk meniru kebaikan yang dimiliki orang lain, seperti lebih rajin membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, atau meningkatkan ibadah.

Selain itu, Ustadz Muslim juga mengajak jamaah untuk melakukan hijrah lisan dengan menjaga ucapan agar selalu santun dan bermanfaat. Tidak hanya itu, hijrah juga harus tercermin melalui anggota tubuh atau perbuatan sehari -hari.
“Hijrah anggota badan adalah bagaimana kita berusaha menempatkan diri di lingkungan yang baik dan menjauhi tempat-tempat yang dapat membawa kepada keburukan serta kemaksiatan,” jelasnya.
Melalui peringatan Tahun Baru Islam ini, jamaah diharapkan dapat menjadikan momentum 1 Muharram sebagai sarana introspeksi diri dan meningkatkan kualitas keimanan, sehingga kehidupan yang dijalani menjadi lebih baik dan penuh keberkahan.









