BANDUNG – Prof. Dr. Siti Fatimah, M.Pd., M.Hum., dosen Departemen Sejarah UNP, dipercaya menjadi narasumber dalam kuliah umum yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Sejarah UPI Bandung, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan agenda Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Departemen Sejarah UNP dan menjadi sarana pertukaran wawasan ilmiah antara kedua perguruan tinggi.
Dalam pemaparannya yang berjudul “Sejarah dan Pendidikan Sejarah Kontemporer dalam Kajian Historiografi dan Metodologi”, Prof. Siti Fatimah menjelaskan bahwa historiografi memiliki peran penting dalam memahami perkembangan ilmu sejarah serta perubahan cara pandang dalam penulisan sejarah dari waktu ke waktu.
“Pembelajaran sejarah di era kontemporer perlu didukung pendekatan metodologis yang kritis, reflektif, dan kontekstual”, jelasnya. Dengan demikian katanya, mahasiswa tidak hanya menguasai fakta-fakta sejarah, tetapi juga mampu melakukan analisis terhadap sumber, memahami berbagai perspektif, dan membangun kesadaran sejarah yang lebih mendalam.
“Historiografi menjadi semakin relevan saat ini karena sejarah tidak lagi dipandang sebagai narasi tunggal. Mahasiswa perlu memahami bagaimana sebuah narasi sejarah terbentuk dan melihatnya dari berbagai sudut pandang,” ungkap Prof. Siti Fatimah di hadapan peserta kuliah umum.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari mahasiswa maupun dosen yang hadir. Selain Prof. Siti Fatimah, kuliah umum juga menghadirkan Dr. Ridho Bayu Yefterson, M.Pd. dari UNP yang membahas rekonstruksi identitas nasional Generasi Z melalui pendekatan experiential learning.
Sementara itu, Dr. Wildan Fauzi, M.Pd. dari UPI memaparkan perkembangan neuropedagogi serta penerapannya dalam pembelajaran sejarah.
Ketua rombongan Departemen Sejarah UNP menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antara UNP dan UPI, khususnya dalam bidang pendidikan sejarah.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, kedua institusi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup pengembangan pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, UNP dan UPI diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus mendorong kemajuan kajian sejarah di Indonesia. (UNP)











