PADANG – Suasana penuh kebahagiaan dan keceriaan mewarnai penutupan kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Ukhuwah, Kampung Guci RW 08 RT 02/03, Kelurahan Parupuk Tabing, Minggu (15/3/2026). Acara ini turut dihadiri para Ninik Mamak, Ketua RT 02 Hendri Adi Purnama dan pengurus masjid serta para orang tua peserta pesantren Ramadan.
Ustadz Ali Yunadi, S.Ag, yang mewakili Ketua Panitia Pesantren Ramadan Dr. Rahmadanil, Lc., MA, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf karena ketua panitia tidak dapat hadir karna sedang berada di luar kota.
Dalam laporannya, Ali Yunadi menjelaskan bahwa kegiatan Pesantren Ramadan di Masjid Ukhuwah melibatkan lima orang tenaga pengajar yang dibantu delapan orang panitia. Program tersebut berlangsung selama 21 hari, dimulai pada 23 Februari hingga 15 Maret 2026.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Pesantren Ramadan 1447 H telah berjalan dengan baik. Semoga kegiatan ini memberikan pengalaman keagamaan dan menambah wawasan para peserta, baik secara teori maupun praktik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Masjid Ukhuwah yang juga Ketua RW 08 Parupuk Tabing, Khairil Anwar, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar sesuai rencana.
Ia juga mengingatkan para peserta agar tetap menjaga kebiasaan baik yang telah dibangun selama mengikuti pesantren Ramadan, terutama dalam hal kehadiran dan ibadah di masjid.

“Kami berharap anak-anak tetap rajin ke masjid seperti selama pesantren Ramadan berlangsung. Kami juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan masjid, baik selama Ramadan maupun setelahnya,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ibu Isna Zakir yang mewakili Pemerintah Kota Padang membacakan amanat Wali Kota Padang, Fadly Amran. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Pesantren Ramadan di Kota Padang merupakan tradisi pendidikan keagamaan yang telah berlangsung lama dan menjadi kebanggaan masyarakat.
Menurutnya, program ini bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak, serta berkarakter Al-Qur’an.
Tahun 2026, kegiatan Pesantren Ramadan di Kota Padang mengusung tema “Pesantren Ramadan Berbasis Smart Surau untuk Padang Juara.”
“Tema ini memiliki makna penting. Kita ingin menjadikan surau atau masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan karakter, literasi Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, dan kegiatan sosial masyarakat,” ujarnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai lomba yang digelar selama pesantren Ramadan berlangsung. Di antaranya lomba pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, cerdas cermat tingkat SD dan SMP, serta berbagai kegiatan belajar kelompok.
Acara penutupan berlangsung meriah dan penuh kehangatan, sekaligus menjadi momen kebanggaan bagi para peserta yang telah mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan hingga selesai.





