MENTAWAI – Wakil Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Wadanpusterad), Mayjen TNI Agus Prangarso, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk meninjau pelaksanaan program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh pembangunan yang dilaksanakan berjalan sesuai target dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Mayjen TNI Agus Prangarso meninjau sejumlah proyek yang menjadi sasaran utama program, mulai dari rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Roslina di Desa Sipora Jaya dan rumah Ahmad di Desa Bukit Pamewa, hingga pembangunan Jembatan Penghubung Bukit Pamewa– Betumonga, Mushala Al Huda Bukit Pamewa, serta fasilitas sumur bor yang kini menjadi sumber air bersih bagi warga setempat.
Di lokasi pembangunan sumur bor, Wadanpusterad mencoba langsung fasilitas tersebut dengan menggunakan air yang mengalir untuk mencuci tangan dan membasuh wajah. Kunjungan itu menjadi gambaran nyata bahwa hasil pembangunan yang dilakukan telah dapat dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Mayjen TNI Agus Prangarso menyampaikan apresiasi kepada personel Satgas Karya Bakti TNI AD dan masyarakat yang bekerja bersama secara gotong royong dalam menyelesaikan berbagai program pembangunan. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari semakin eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat.
Dalam peninjauan itu, Wadanpusterad didampingi oleh Irpusterad Brigjen TNI Mukhlis, S.A.P., M.M., CFrA, Dirter Brigjen TNI Farouk Pakar, S.Pd., M.Han, Dirsismet Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva, S.I.P., M.Han, serta Kasiter Rem Letkol Kav Dico.
Melalui program Karya Bakti TNI AD, berbagai kebutuhan dasar masyarakat terus menjadi perhatian, mulai dari penyediaan rumah layak huni, sarana ibadah, akses transportasi, hingga fasilitas air bersih. Kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Kepulauan Mentawai.








