PADANG- Kota Padang terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui program Pasar Murah Terpadu Tahun 2026 yang digelar di Plaza Andalas, Sabtu (11/4/2026). Langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mendekatkan berbagai layanan publik kepada masyarakat.
Berbeda dari pelaksanaan pasar murah pada umumnya, program ini menghadirkan konsep terintegrasi yang menggabungkan penjualan sembako dengan layanan administrasi dan kesehatan dalam satu lokasi.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, mengapresiasi terobosan yang diinisiasi Dinas Perdagangan. Ia menilai, program ini tidak hanya meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga mempercepat akses pelayanan publik.
“Melalui konsep ini, masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus mengurus berbagai keperluan administrasi atau layanan kesehatan di satu tempat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan, Edrian Edward, menyebutkan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai instansi serta dukungan mitra CSR.
Sejumlah layanan yang tersedia dalam kegiatan tersebut antara lain pemeriksaan kesehatan dan donor darah oleh Dinas Kesehatan bersama Ikatan Dokter Indonesia, layanan administrasi kependudukan oleh Disdukcapil, serta perizinan usaha dari DPMPTSP. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses layanan sosial dan aplikasi bantuan sosial dari Dinas Sosial, serta layanan keluarga berencana dari DP3AP2KB.
Kegiatan ini turut didukung oleh sejumlah lembaga dan perusahaan seperti PT Pos Indonesia, PT Pertamina, Bank Indonesia, hingga BPJS Kesehatan.
Pasar Murah Terpadu di Plaza Andalas ini merupakan rangkaian pertama yang digelar sepanjang tahun 2026. Program ini diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi.











